R.A.I.S.Y.A

R.A.I.S.Y.A

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 27, 2020
"Lo apa apain sih ngikutin gue mulu?" ucap Raisya dengan umpatan serapah nya. "Eh upil dugong ngapain gue ngikutin lo,emangnya ni sekolah punya emak lo,hah?" ucap Alvano dengan santainya. Sabar Raisya sabar! batin Raisya Tanpa ba bi bu Raisya meninggalkan Alvano dengan wajah kesalnya .............. Gimana lanjutan ceritanya ? Disaat mereka saling terjebak dalam sebuah cinta dan hanya bisa memendam masing masing tanpa mau saling mengungkapkannya. Apakah suatu saat mereka akan diam dengan cerita cinta mereka? ataukah akan saling mengungkapkan? Kalau penasaran silahkan baca dan jangan lupa vote dan komennya. Kalau ada kesamaan cerita atau alur ceritanya, mohon maaf karena ini hasil keras kerja otak saya😂. Mohon maaf jika ada Typo •Selamat Membaca
All Rights Reserved
#343
musuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa (END)
  • Cry Baby In Love
  • Musuh Jatuh Cinta
  • TWO HEARTS, ONE WINNER [Tamat]
  • Pesan Singkat
  • NATHALA
  • Fidgety
  • TWO DIFFERENT PROPERTIES || on going (revisi)
  • Secretly Looking at You (END)

"Aku baru sadar bahwa perasaanku sama Raisa lebih dari sekedar teman, tetapi apa Raisa juga merasakan hal yang sama?" Ujarku dalam benakku Saat itu aku mengajak Raisa ke taman kota dan kemudian aku mengajaknya bermain di sebuah ayunan, aku sangat bahagia saat melihat dia bahagia ketika dia besamaku. Namun seketika itu semua menjadi runtuh saat kedatangan seorang lelaki, dibalik kejauhan dia memperhatikan kami berdua dan kemudian tiba-tiba di memegang tangan Raisa dan mengajaknya pergi. "Sa" ungkapnya sembari memegang tangan Raisa "Kak Yudha, kok ada disini?" Tanya Raisa dan kemudian dia merampas tangan Raisa dari genggaman ku Aku kira cerita cinta masa SMA aku akan berlalu begitu saja, meski meninggalkan kenangan yang sedikit menyakitkan namun pula menyisakan banyak sisa-sisa kebahagiaan yang apabila aku terkenang maka akan membuat aku rindu akan masa-masa itu. Bukan hanya dengan cerita kala itu, namun juga orang-orang dalam kisah hidupku. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines