I SURRENDER [H I A T U S]

I SURRENDER [H I A T U S]

  • WpView
    Reads 677
  • WpVote
    Votes 278
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
"Mengalah itu perlu selama itu buat kebaikan bersama" _____________________ "Kenapa lo ngomong gitu ke dia? Lo sengaja rusakkin hubungan sahabat lo sama pacarnya?" "Emang gue tega ngomong? Disaat sahabat gue lagi seneng-senengnya." "Setidaknya, kalau lo ngomong sekarang, itu bikin dia lebih sakit hati. Gara-gara lo dia jadi mutusin gue!" "Gue cuma ngomong apa yang ada di dalem hati gue. Apa jatuh cinta itu salah? Emang hati kita bisa milih buat jatuh cinta ke siapa? Lagian kalo gue tau bakal jadi gini akhirnya, gue milih untuk mendem perasaan gue ke lo tanpa ngomong ke dia." Aziel terdiam begitu saja, mulutnya terkunci rapat, tak dapat membalas perkataan Stella. Karena gadis itu benar. Kita tidak bisa memilih, untuk menjatuhkan hati pada siapa. "Tapi sekarang gue milih untuk mengalah dari sahabat gue sendiri! Lo tenang aja soal dia yang mutusin lo biar gue yang urus." Aziel menatap kepergian Stella yang lama kelamaan menghilang dari penglihatannya. _______________ "Mencintaimu terlalu sakit, melepaskanmu pun jauh lebih sakit..." - Auristella Lesham Shaenette
All Rights Reserved
#21
joseph
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • Hold On Tight or Let Go? [ft. Jisung harem] ʜɪᴀᴛᴜs ᴘᴀɴᴊᴀɴɢ
  • Stay (Away)
  • Alice & Adrian
  • SATU HARI (TAHAP REVISI)
  • ALETA
  • POLARIS
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Dangerous Woman

(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines