Tariaq Aljarh (TERBIT)

Tariaq Aljarh (TERBIT)

  • WpView
    Reads 130,957
  • WpVote
    Votes 13,247
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 28, 2023
Nafisah mengalami Prolonged Grief Disorder setelah kepergian orang yang paling dicintainya. Dunianya seakan hancur dalam semalam saat Ibrahim dinyatakan meninggal karena bunuh diri. Sejak itu dia menjadi pribadi yang keras kepala dan arogan. Keluarga yang seharusnya menghibur beralih menjadi orang-orang jahat untuknya. Dia menahan sedih sendirian, menghalau tanhis kuat-kuat. Dalam masa dilema itu keluarganya malah memintanya menikah dengan pria bernama Musa. Pria baik budi pekerti, lembut tutur kata, akan tetapi nol besar di mata Nafisah. Pria sempurna iman dan takwa namun menyimpan banyak rahasia gelap dalam dirinya. Lalu, akankah Nafisah berhasil melewati setiap lika-liku kehidupannya dengan orang baru? Orang yang dia harap tak akan pernah meninggalkannya seperti Ibrahim. Dengan itu dia baru saja, menolak kematian yang merupakan fitrah setiap insan. Salam cinta Author❤ Siti Romlah 12 juni 2020
All Rights Reserved
#8
cintapesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Jodoh Dari Masa Lalu✔
  • Garis Takdir dari Tuhan
  • Hijrah Cinta [Telah Terbit]√
  • ZuNaya
  • Maafkann [END]
  • Garis Takdir Adinda (END) ✓
  • GARIZAH JAUZA (END)
  • Dalam Isak Cinta ✓
  • 𝐃i Ujung Jilbab [✓]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines