Akhir Cerita

Akhir Cerita

  • WpView
    مقروء 7
  • WpVote
    صوت 1
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, مايو ١٩, ٢٠٢٠
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
Inilah akhir kisahku... Akhir dari semua penantian dan perjuanganku... Aku memilih kamu... Kamu yang mengajarkan betapa manisnya dicintai dan dihargai... Dan menyadarkan betapa pahitnya mencintai dan berjuang sendirian... Terima kasih karena telah kembali... Terima kasih karena kamu juga~ memilih ku... *** Ceroboh. Satu kata itu berkelabat ketika aku melihat dia yang notabennya teman sekelas ku di TK Nusa. - Ryan "Sini, ku bantu.." ujar Ryan sambil mengulurkan tangan. "Terima kasih." ucap Dhita menerima bantuan masih dengan ringisannya. *** Ceroboh. "Lo nih! Masih aja ceroboh, gak mau berubah apa?!" omel Ryan sambil mengulurkan tangan. "Ish! Lo mau gue berubah jadi apa? Hulk? Power Rangers? Ngaco lo!" balas Dhita sambil menggapai tangan Ryan. *** "Kalian lengket banget." salah satu cewek -dengan atribut mos sama seperti mereka menegur. "Iya dong emh... " jawaban yang ingin dilontarkan Dhita terhenti. Seakan mengerti tatapan kebingungan Dhita, cewek itu menyebutkan namanya tanpa diminta. "Aku Mira... " "Mira, Kami berdua udah bareng dari orok." dengan semangat Dhita merangkul pundak Ryan. Ryan tidak ambil pusing dengan obloran cewek-cewek itu. Dia kembali fokus pada ponselnya. *** "Hai, boleh gabung?" ucap mahasiswa itu membuka obrolan. Ia pun ikut duduk dikursi taman sebelah fakultas Komunikasi ini. "Oh, hai... Boleh lah. Ini kursi bukan punya gue kok. " jawab Dhita sekenanya. "Nama gue Dimas anak komunikasi." Dimas mengulurkan tangan untuk berjabat. "Nama gue Dhita anak Bisnis dan Manajamen." Dhita balas menjabat sekilas lalu dengan bangga menepuk dada. Dimas terkekeh melihat tingkah Dhita yang kembali sibuk dengan ponselnya. "Jauh banget anak manajemen main ke sini." lanjut Dimas. "Gak jauh-jauh amat. Lagian kan kalau udah sore begini tuh, disini sepi. Pas buat menyendiri dan meratapi hati." Dhita berusaha terlihat melow. Dimas hanya menggeleng-geleng mendengar penuturan cewek disebelahnya ini. *** 💜
جميع الحقوق محفوظة
#18
dhita
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Arsyilazka
  • DANADYAKSA
  • Sebuah Rasa
  • 𝐖𝐢𝐝𝐨𝐰𝐞𝐫? ✓ (Belum Revisi)
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Rannia√
  • GHAVARI
  • Aksara Nifa [End]

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى