Aku Juga Ingin Bahagia

Aku Juga Ingin Bahagia

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 22, 2020
Seorang gadis berumur 15 tahun tengah meringkuk ketakutan dibalik pintu Kamarnya air matanya bercucuran, prang, Asrul melemparkan sebuah gelas kesembarang arah, Rahma berderaian air mata karena faktor materi membuat pertikaian diantara kedua orang tuanya. Anisa tidak bisa memilih ikut siapa dia ingin orang tuanya tetap satu atap dan hidup bahagia. Akhirnya dia memilih tinggal dengan Tante dan Pamannya disebuah Desa,
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misteri di asrama tua
  • Om, Ayo Nikah!
  • RAPUH!
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Belenggu Di Ujung Lara (terbit)
  • Pernikahan Kontrak Dengan CEO Tampan (End)
  • Qalbu {Terbit}
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • TERIMAKASIH SUDAH BERTAHAN - TAMAT
  • Bawa Aku Pulang

Rina, seorang siswi SMA, harus tinggal di asrama tua yang penuh dengan misteri. Awalnya, ia mengira cerita-cerita seram tentang asrama itu hanyalah mitos. Namun, sejak malam pertama, ia mulai mengalami kejadian aneh-suara bisikan, bayangan di cermin, hingga boneka yang bergerak sendiri. Bersama teman sekamarnya, Sari, Rina mencoba mengungkap rahasia kelam di balik asrama tersebut. Dalam pencariannya, Rina menemukan jejak sejarah tragis tentang seorang gadis bernama Laras yang meninggal secara misterius di kamar nomor 308. Seiring waktu, gangguan semakin menjadi-jadi-suara dari dalam lemari, sosok di bawah tempat tidur, hingga cahaya lilin yang melayang sendiri. Ketegangan mencapai puncaknya saat mereka membaca buku harian Laras, yang mengungkap kebenaran mengejutkan tentang kematiannya. Dengan nyawa mereka yang terancam, Rina dan Sari memutuskan untuk meninggalkan asrama. Namun, di malam terakhir mereka, sesuatu yang lebih mengerikan menanti. Pintu gerbang tertutup sendiri, dan suara lirih terdengar di telinga mereka, "Jangan pergi..." Apakah mereka berhasil keluar, ataukah arwah Laras tidak akan membiarkan mereka lepas begitu saja?

More details
WpActionLinkContent Guidelines