Kos Melati Indah berdiri di tengah gang sempit yang jarang dilewati orang. Siang aja hawanya sunyi, apalagi malam. Rumah kos itu punya dua lantai, tapi anehnya... cuma lantai bawah yang dihuni. Lantai atas selalu gelap, gak pernah ada suara, dan jendelanya tertutup rapat seolah ada sesuatu yang dikurung di dalam sana. Lorong dalam kos itu panjang dan berbau lembab. Lampunya redup, dan tiap kali angin bertiup, pintu-pintu kamar bisa terbuka sedikit sendiri-seperti disambut oleh sesuatu yang gak kelihatan. Kamar 7 ada di paling ujung lorong. Tepat di sebelah tangga naik ke lantai dua yang dilarang siapapun naik. Kamar itu selalu dingin, bahkan saat siang terik. Di atas pintunya, ada bekas gosong, dan di dalamnya, temboknya sedikit mengelupas-menampakkan coretan samar seperti bekas tangan... atau sesuatu yang menyeret. Kadang, dari kamar itu terdengar suara. Bukan suara orang. Bukan hewan. Suara yang berbisik, memanggil nama orang yang belum pernah tinggal di sana...
More details