You're Mine

You're Mine

  • WpView
    Membaca 60
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 21, 2022
Di bawah titah cakrawala pada bumantara, dia menyusuri jalan setapak, selangkah demi selangkah terus mendekat ke arahku. Membuka penutup mata yang melekat padaku seraya menuntunku bersama keheningan. Dia membawaku melewati gelap itu menuju terang, tanpa perlu ada terucap takut lagi. Disinari mentari yang sepertinya tengah berbahagia, dia membawaku ke taman bunga, mengatakan seperti inilah sebenernya yang mereka rasakan tentang cinta. "Buka matamu, Ra. Nggak ada lagi yang perlu kamu takutin, semua cuma mimpi buruk. Sekarang ada aku, dan kamu. And now, You Are Mine."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Sexy Daddy
  • PBS [1] : Malvin's Life
  • My Little Monster - Completed
  • Our Journey To Love
  • 𝐄𝐥𝐞𝐠𝐢 [𝐝𝐮𝐤𝐚] 𝐂𝐢𝐧𝐭𝐚
  • Hello Goodbye
  • Estar en Flor
  • Ratusan Hari Mencari Hati

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan