BELIEVE
  • WpView
    LECTURES 163
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé ven., juin 5, 2020
~ Apa yang lebih menyakitkan daripada kehilangan? ~Dan tentu setiap orang pernah merasakannya, bukan? Begitu pula dengan Kafka Elbram, pemuda tampan yang menutupi lukanya dengan apapun yang dia punya, termasuk sifat angkuhnya yang membuat semua orang mengelus dada. Ia beransumsi bahwa hidup tak pernah adil padanya dan semua kepercayaan yang dia punya telah sirna ditelan oleh duka. ▪ Hingga akhirnya, waktu mempertemukannya dengan Naira Arkalhussein, gadis jelita nan pemberani yang membuat Kafka teringat masa lalunya, namun bukan lara yang ia dapat, melainkan lukanya yang terkikis sedikit demi sedikit. ▪ Lalu, apakah hidup akan berbaik hati untuk sedikit saja menebus itu semua dengan kebahagiaan? Entahlah, karna sejatinya, Hidup selalu adil, tapi terkadang manusia kurang bersyukur dan tak sadar bahwa dirinyalah yang berlaku sewenangnya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TERA
  • Possesive Playboy
  • HATRED [On Going]
  • DEAR LOVE
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • EPIPHANY
  • Deksa 's Diary
  • 7 Seconds
  • Alkenio
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
TERA

[Completed] Tera adalah gadis yang selalu menutup kesedihannya. Banyak rahasia yang disembunyikannya, demi menutup sesuatu dari orang lain. Intinya ia tak mau orang lain larut dalam kesedihan yang dialaminya. Dia sangat rapuh, jika orang lain melihat bahwa ia terlihat kuat maka semua hanyalah kebohongan. Hingga gadis itu bertemu dengan dia, seseorang yang mampu menghilangkan kesedihan di hidupnya. Semakin mengenal lebih jauh terkuak juga bahwa mereka merasakan luka yang sama. Mereka saling menyembuhkan. Namun semua itu hanya sementara. Pada akhirnya luka yang tak diinginkan kembali menyapa. Entah siapa yang memulai, intinya mereka sama-sama menang dan kalah. Garis takdir yang memang tak bisa ditebak oleh siapapun. Bersatu atau tidak hanya Dia yang tahu. Manusia hanyalah wayang dari cerita hidup. Seperti mereka yang sangat rumit.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu