A Glimmer Of Feeling

A Glimmer Of Feeling

  • WpView
    Reads 152
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 13, 2020
Kembar, belum tentu kompak. Aisha dan Zara. Sepasang saudari kembar yang menyukai 1 orang lelaki yang sama. Menyukai seorang Arven yang memiliki banyak rahasia dibalik semua sikap datarnya. Perlahan. Ingatan masa lalu, mulai menghampiri Aisha. Membuatnya harus kembali mengingat sesosok sahabat lama yang begitu berarti untuknya. Kenan. Lalu? Apa yang terjadi? Akankah perasaan Aisha akan terganggu dan terbagi menjadi dua? Jadi, siapa yang ia akan sukai? Arven, atau Kenan?
All Rights Reserved
#31
kayla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐞𝐜𝐨𝐧𝐝 𝐏𝐚𝐠𝐞
  • Lintang Waktu ✔
  • Kenan & Keyra
  • Me And Arza [REVISI]
  • Naufal
  • Bad Twins
  • DEAR US (SELESAI)

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines