Bagi Reva, Nathan adalah Hama. Bagi Reva, kakak angkatnya itu adalah makhluk paling meresahkan yang pernah ia temui. Dan bagi Reva, hidup tanpa Nathan adalah impian jangka panjangnya.
Bagi Nathan, Reva adalah adik yang sangat menggemaskan. Saking menggemaskannya, Nathan sampai tak rela kalau ia melewatkan hari tanpa menjahili dan membuat Reva berteriak sampai melemparkan barang-barangnya.
Yah, ini adalah kisah tentang dua remaja yang harus rela berbagi atap karna ikatan adik-kakak angkat. Ini adalah kisah tentang Nathan yang sangat suka menjahili dan membuat Reva kesal sampai gadis itu berteriak kesetanan.
Sampai sini penasaran? Ayo intip kisah mereka, dan rasakan kehangatan yang ada di dalamnya. Ditunggu yah...
n) cerita ringan, kak. Kalau cari cerita berat dengan konflik yang bikin marah-marah, balik lagi aja. Bukan tempatnya soalnya.
Kalau saja sandiwara sialan itu tidak ada, Rea tidak akan terjebak dalam cintanya sendiri. Kalau saja dia tidak dekat dengan Devon, crush sahabatnya, mungkin Rea tidak akan menerima ajakan berpacaran pura-pura dengan si pencuri, berandalan Abipraya, mantan wakil ketua geng motor, atau gelar kriminal lainnya ada di dalam diri Nata.
Tapi, ternyata Nata tidak seburuk yang dipikirnya, ada sisi lain yang membuat Rea pada akhirnya jatuh hati. Dan begitu Nata mengungkapkan perasaannya duluan, justru Rea menolaknya karena traumanya terhadap lelaki. Begitu saja sampai ada akhirnya Rea berubah pikiran dan mereka menjalin hubungan.
Bencana tidak sampai di situ, di saat keduanya sudah mulai lebih dekat, mereka harus diberi dua pilihan antara kebahagiaan mereka atau orangtua masing-masing.
Bagaimana jadinya jika ibu satu-satunya Nata, dan ayah satu-satunya Rea disatukan oleh anak-anaknya sendiri-yang mana, Rea belum mengetahui identitas asli Nata bahwa dia adalah anak dari gurunya, alias calon ibu barunya nanti? Apakah hubungan mereka akan baik-baik saja, terus berlanjut bahagia, atau berujung luka? Atau... justru keduanya memilih mengalah saja?