Story cover for NUSA by rahmatdama
NUSA
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 82
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published May 14, 2020
"Anda jangan pernah mengusik hidup saya!"ujar sabiya murka,sabiya tak tahan lagi dengan sikap nucca yang selalu mengusik hidupnya,walau hal kecil sekalipun

"Siapa suruh wajah lo mirip kekasih gua!"jawab nucca sinis,nucca tidak terima jika sudah disalahkan begini,seharusnya yang disalahkan sabiya yang mirip dengan kekasihnya

Emosi sabiya naik lebih tinggi ke level akhir,dengan wajah merah padan sabiya menghampiri nucca yang berdiri berlagak orang bodoh,sedetik kemudian tangan sabiya mendarat di pipi mulus milik nucca cukup keras

"LO GILAA!"teriak nucca murka,pipinya terasa panas dan merah karena tamparan dari gadis buldog dihadapannya.

"YA,SAYA GILAAA,SAKING GILAANYA SAYA INGIN MEMBUNUH ANDA!"sabiya tersenyum sinis melihat nucca yang memeganggi pipinya,

"Dasar batman gadungan lo!"sungut nucca mengangkat tangannya siap menampar kembali sabiya

"Dasar hello kitty reflesiaa!"jawab sabiya dan berjalan menjauh dengan tatapan membunuh,sabiya berjalan santai meninggalkan nucca yang sudah mencaci maki nya sejak tadi,

Bodoh amat!
All Rights Reserved
Sign up to add NUSA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
REUNI (Enam) by Narra140800
34 parts Ongoing
~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・
SENJA DI PUNCAK TANGKILING by Chaterine0202
2 parts Complete Mature
"Jangan menatapku". Abrar masih dengan mata terpejam "Kenapa ?" " Nanti kau bisa lupa pada pacar mu". "Pfffffpfffff" Awinda mengantupkan kedua bibirnya mencegahnya tertawa lebar. "Kau benar ". " Jadi kau sudah punya pacar". " Kau mengintrogasi ku ". Kini Awinda membalasnya. Abrar menelan Salivanya. Terdiam dalam senyapnya. Ia tak ingin melanjutkan pertanyaan apapun. Karena jika ia banyak tahu kenyataan, maka bisa jadi hal - hal pahit yang akan ia dapatkan. Hidup mengajarkannya untuk sering menerima kenyataan pahit ketimbang mengharapkan sesuatu yang ternyata hanya sebatas angan dan impian. "Cepat tidur". "Belum mengantuk" sahutnya cepat. " Kenapa kau biarkan aku mengambil baju dan celana mu padahal kamu punya tenda ini. ? Bodoh ". " Ambil lah apapun yang kau mau dari ku". " Sejak kapan kau menjadi buaya ? " " Setelah masuk kedalam lubang tanah dan bertemu ratu buaya ". Awinda mencubit perut Abrar. Sehingga ia menggelinjang nyeri dan meminta ampun. Ia meraih tangan Awinda dari perutnya dan meletakkannya didadanya. " Tidurlah, ini peringatan ku yang terakhir". Perlakuan Abrar membuatnya meringis, kini Abrar juga mulai mengamcamnya. Berusaha memejamkan mata dan perasaan hangat itu kembali menjalar ulu hatinya. Ia kesulitan untuk menarik nafas namun ia mencoba menghirup udara lewat mulutnya lalu mengeluarkan kembali perlahan. " Kau kedinginan ? " Abrar membuka suara, " Hmmm " "Kau bisa terkena hipotermia dan sulit bernafas".
" To Love ,To Lose " by lupyook
23 parts Ongoing Mature
Di balik langkahnya yang tegap dan wajahnya yang tenang, Nandika menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Beberapa tahun lalu, Raya pergi tanpa alasan. Meninggalkan Nandika dengan pertanyaan yang tak pernah terjawab, dengan hati yang tak pernah utuh kembali. Cinta mereka hancur dalam sekejap, tanpa penjelasan, tanpa kesempatan untuk memahami. Sekarang, mereka bertemu lagi-bukan sebagai dua orang yang masih saling memiliki, tapi sebagai dua orang yang pernah berbagi segalanya. Nandika sudah punya seseorang. Hubungan yang ia jalani dalam diam, seolah mencoba membangun sesuatu di atas kepingan hatinya yang dulu hancur. Tapi yang tidak ia tahu, semuanya hanyalah ilusi yang perlahan akan runtuh. Raya masih mencintai Nandika. Tapi dia juga tahu, kesalahannya terlalu besar, lukanya terlalu dalam. Dan saat Raya mengetahui kenyataan yang tersembunyi di balik hubungan Nandika, dia sadar bahwa dirinya harus melakukan sesuatu, meski itu akan membuat Nandika semakin membencinya. Tapi apa haknya? Dia yang meninggalkan, dia yang menciptakan luka, dan sekarang dia yang ingin menyelamatkan Nandika? Saat Nandika akhirnya tahu alasan kepergian Raya, semuanya menjadi lebih menyakitkan dari yang pernah ia bayangkan. Dendam dan cinta bercampur menjadi satu, membuatnya tak tahu apakah ia ingin Raya tetap tinggal, atau pergi untuk selamanya. 🔥 Di antara perasaan yang belum mati, luka yang belum sembuh, dan kenyataan yang terlalu pahit-apakah cinta mereka akan menemukan jalannya? Ataukah mereka hanya dua orang yang pernah saling mencintai, tapi harus merelakan? 💔 "To Love, To Lose"-karena tidak semua cinta berakhir dengan kebersamaan.
Reverse Harem of Leyna (Leyna's harem of men) by LalaJao
6 parts Ongoing
Leyna, seorang gadis dengan puluhan identitas palsu. Tapi mengapa pria-pria ini tak melepaskan kakinya? Bahkan ketika ia menyamar menjadi pria, kenapa tetap menarik perhatian pria-pria ini ?! "Tuan, tidakkah tubuhku indah? Nona, maukah bermalam di kamar saya? Nyonya tolong bantu aku! Master! aku tidak tahan dengan yang dibawah sana..." Gila! Dunia sudah gila! ~~~~~ "Tangkap bocah itu! Aku bersumpah akan membunuhnya dengan kedua tanganku sendiri!" ujar pemburu itu. "Ah cukup! Baik, aku akan berkompromi! Tolong lepaskan aku!" Teriak Leyna. 'Kenapa bocah ini tiba-tiba menjadi penurut?' Dengan senyum licik yang berusaha ia tahan, tangannya meraih lapisan tipis di wajahnya. "Sialan! Bocah itu memakai topeng! Cepat kejar!" "Hei! Mulai sekarang aku sudah mati! Kalian kembali saja ke Ibukota dan tunggu kabar kematianku!" teriak Leyna yang menyamar sebagai pria. "Bocah gila! Cepat bunuh bocah itu!" "Hahaha... Aku akan membuat skenario kematianku yang memuaskan kalian! Kalian tunggu saja! Aku sudah berkompromi dengan baik kan? Hahaha... Aku pergi dulu!" "Bocah sinting! Tangkap dia! Bocah itu tidak boleh mati dengan mudah!" "Boss, kita kehilangan jejaknya, ketika mengejarnya kami menemukan ini," kata salah seorang pemburu sambil menyerahkan lapisan topeng tipis. "Sialan bocah itu membodohi kita! Ayo kembali!" ~~~~~ "Tuan besar, tim pemburu kami gagal membunuh bocah sialan itu. Kami siap membayar biaya kegagalan kontrak ka-" ucapan boss itu terpotong oleh suara pelayan. "Tuan besar, kabar baik! Bocah licik itu katanya mati tertimpa tangga dan muntah darah di samping markas pemburu!" "Apakah benar itu mayatnya?" tanya Tuan Besar itu dengan suara yang dalam. "Benar! Wajahnya sama dan figurnya cocok! Tapi anehnya kenapa ada tatoo pemburu di dadanya?" Tanya pelayan itu sambil bergumam. "Apa?! Itu bukan si bocah! Itu anggota pemburuku sialan! Bocah itu benar-benar membuat skenario pembunuhannya sendiri dengan orang-orangku! Beraninya bocah sinting itu!"
You may also like
Slide 1 of 10
REUNI (Enam) cover
Should be Remember  cover
SENJA DI PUNCAK TANGKILING cover
FOREVER OR NEVER - OHMNON ✅ cover
" To Love ,To Lose " cover
VALOROUS  cover
B͇l͇i͇n͇d͇ ͇W͇o͇m͇a͇n͇ // (selesai) cover
Reverse Harem of Leyna (Leyna's harem of men) cover
SELA ta KEY [END] cover
Laura Lateranita Putri Victor cover

REUNI (Enam)

34 parts Ongoing

~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・