Ayah, Mengapa Aku Berbeda?

Ayah, Mengapa Aku Berbeda?

  • WpView
    Reads 513
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2020
Aku adalah wanita yang terlahir pada keluarga seadanya. Mempunyai dua orang kakak dan tidak mempunyai adik. Kakak pertamaku wanita dan kakak keduaku laki-laki. Kami bertiga hidup dengan seadanya dan serba berkecukupan. Walaupun hidup pas-pasan tetapi kami bertiga mempunyai tekad yang kuat untuk memperbaiki ini semua. Namun, kenapa aku terlahir dengan yang berbeda? Apa yang membuat aku dibedakan? Kedua kakakku bisa terlihat sempurna di mata Ayah dan Ibu sedangkan aku? Banyak kurang dan hanya menjadi beban. Bagaimana kisah cerita tetang aku yang berbeda? Ayah, Mengapa Aku Berbeda?
All Rights Reserved
#105
serius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • 𝗗𝗮𝗿𝘂𝗻𝗮
  • Kebahagiaan Kecil Aralie. [ End ]
  • ARISYI EL QATHYA
  • A R S E A N A
  • AKU BERBEDA
  • Jika Di(l)a Tak Pernah Ada (Tamat)
  • Sweet Brother
  • Permainan Takdir [TAMAT]

"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue." ..... Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal. Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka. Lebih baik? Abang pertama punya pacar cowok. Abang kedua suka ngedugem. Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama. Abang keempat suka balap liar. Lebih baik dari mananya? ........ Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari. "Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea "Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines