Unexpected Fiance

Unexpected Fiance

  • WpView
    MGA BUMASA 273
  • WpVote
    Mga Boto 26
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, May 30, 2020
"A-apa yang sedang kamu lakukan? Saya bilang jangan mendekat!" Cowok itu nampak berjalan mundur dari tempatnya dengan wajah ketakutan. Napasnya juga ikut tersengal-sengal. "Kenapa? Lo keliatan ketakutan banget? Gue keliatan kayak begal banget yah?!" Cewek itu semakin maju, mempertipis jarak antara mereka berdua membuat Gabriel ingin mati di tempat saja. Kakinya sudah tidak bisa menopang berat tubuhnya lagi. Begitu juga dengan kesadarannya yang mulai memudar ketika punggungnya sudah menyentuh ujung tembok. Dia tidak bisa menghindar kemana-mana lagi. Terlebih ketika tangan perempuan itu mulai menyentuh pipinya. Gabriel menggeleng panik. "T-tolong!!!!!!!!" Lovebird Start: Mei, 17-2020.
All Rights Reserved
#16
gynophobia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cuddling Myself
  • SEWINDU
  • LATE!!! [END]
  • SPOILED BABY AND HER LOVER [ᴇɴᴅ] [ᴘʀᴏꜱᴇꜱ ᴘᴇɴᴇʀʙɪᴛᴀɴ]
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • Husband In Second Life ✓
  • Second Life Changes Everything
  • Possessive (Girl)Friend [END]

"Aku mau tidur sama Kakak!" teriak gue sebelum laki-laki itu pergi dari kamar ini. Ya katakanlah gue udah gila karena nerima tawaran buat tidur sama dia gitu aja. Terus apa yang gue dapet? Sudut bibir laki-laki itu tertarik ke atas. Hanya dengan matanya, gue sudah ngerasa dilucuti lewat tatapan tajam dia itu. "Sebucin itu lo sama gue?" tanya dia sambil mandang remeh ke arah gue. "Kakak ngasih pilihan..." menjeda pelan, gue neguk ludah kasar. "Dan pilihan aku adalah tidur sama Kakak," lanjut gue. Terserah dia mau bilang apa, yang penting gue juga dapet apa yang gue mau. Laki-laki bertubuh jakung dengan badan proposional itu berjalan ke arah gue yang sekarang lagi duduk di tepi ranjang. Tubuhnya membungkuk, memajukan wajahnya hingga membuat tubuh gue sontak mundur ke belakang. Namun tangan laki-laki itu justru nahan punggung gue. Mata gue melotot waktu ngerasain tangannya bergerak mengelus pelan punggung gue, dengan wajahnya yang semakin maju. Gue bahkan sudah nahan napas saking ngga siapnya dengan sikap dia itu. Jantung gue berdebar kencang seakan lagi ada pesta di dalam sana. "Lo tahu tidur yang gue maksud, ngga akan seindah tidur yang lo impikan." Dan gue tahu, sedari awal gue ngga pernah nyesel sama pilihan gue. Karena kehilangan dia, jauh lebih buruk dari pada penyesalan yang menanti di ujung sana. ••••••••• Story Written by Glynis Awnthera October 9th, 2020

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman