Ilusi Hati√

Ilusi Hati√

  • WpView
    Membaca 764
  • WpVote
    Vote 135
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Agt 3, 2020
Sang angin kembali memaksakan ombak menghantam karang Menyeret jutaan pasir yang ia terjang Tanpa menyisakan sedikit pun peluang Atau sekedar mencoba untuk menang Lagi-lagi semesta meng-egoiskan diri pada sang waktu Membuat cerita lucu pada rindu Bahwa ia tidak pernah mengizinkan kita bersatu Atau bahkan menua bersama lebih dulu Lagi dan untuk kesekian kali Kuteriakan tanya pada semesta Tentang apa, kenapa dan bagaimana Aku mohon sudahi sandiwara ini Cerita lama jadi blm di revisi mohon di maklumi:) Cerita ini alurnya gabungan ya, maju mundur cantik gitu wkwkwk Happy reading
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#381
imajinasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  •  HAZELA
  • Different [END]
  • Raina Maramitha
  • Behind After
  • harapan yang pupus
  • Say You Love Me (BAD BOY)
  • Because I'm Stupid (End)
  • dimana janji tersebut
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan