Ilusi Hati√

Ilusi Hati√

  • WpView
    Reads 765
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2020
Sang angin kembali memaksakan ombak menghantam karang Menyeret jutaan pasir yang ia terjang Tanpa menyisakan sedikit pun peluang Atau sekedar mencoba untuk menang Lagi-lagi semesta meng-egoiskan diri pada sang waktu Membuat cerita lucu pada rindu Bahwa ia tidak pernah mengizinkan kita bersatu Atau bahkan menua bersama lebih dulu Lagi dan untuk kesekian kali Kuteriakan tanya pada semesta Tentang apa, kenapa dan bagaimana Aku mohon sudahi sandiwara ini Cerita lama jadi blm di revisi mohon di maklumi:) Cerita ini alurnya gabungan ya, maju mundur cantik gitu wkwkwk Happy reading
All Rights Reserved
#71
karyasastra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Fall And Love
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • harapan yang pupus
  • Raina Maramitha
  • Behind After
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • dimana janji tersebut
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]

Gemercik air hujan itu menyembunyikan tawa yang menutupi samar nya luka. lentik nya jemari yang menyapa dinginya sepi. menyambut pagi dengan kecohan sang mentari. embun di ujung bumi,yang mengepul pesat perlahan pudar. beriring dengan air yang menggenangi tanah liat. ini bukan tentang cinta atau takdir yang menggeliat dalam doa. ini tentang kemampuan dalam pertahanan. yang mempertahankan hubungan, yang terancam oleh ketidakadilan. akan kah semua pertahanan ini harus berakhir dengan kata kata perpisahan yang di sah kan oleh takdir ? akan kah satu sosok dengan seluruh dopantasa dan pertahan nya akan luntur begitu saja? inilah dunia, menganggap semua ini adalah lelucon yang tak pantas, tak dianggap ada:) ________________________ "selama ini aku hanya menjadi pengisi kekosongan ruang mu,jangan berlebih dalam menanggapiku,sebab aku tak akan menjadi pengobat luka mu itu" ~Alice... "Aku tak perduli, yang kutau tugasku hanya sebatas mencintamu al" ~ Barra. " Jangan menambah semburat luka mu dengan menungguku, sebab ragaku takan bisa seutuhnya menjadi hak mu" ~Rama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines