Orion

Orion

  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2020
Setelah bertahun-tahun tertidur dalam ketidaktahuan, mataku mulai terbuka perlahan-lahan. Pada hari itu, pertama kalinya aku melihat salju di luar bangunan. Dan pada awal musim semi, aku bertemu dengan nya di antara pohon-pohon sakura yang belum lama bermekaran. Setelah bertemu dengannya aku mulai menyadari alasan diriku terlahir. Apa artinya kehidupan bagi diriku. Dan juga pertemuan itu, membawaku pada pertempuran sepanjang tahun. Alnitak paling ujung, berdekatan dengan perbatasan Alnilam, terdapat dinding kokoh nan besar berwarna kelabu. Eksistensi kami seakan tidak dianggap oleh seluruh manusia di Orion. Rigel. Disinilah kami para Bellatrix berada dan sudah tidak asing mendengar kata 'pertarungan dan senjata' Hope you enjoy this story :)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • A Place Called Home
  • Quant (On Going)
  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • 24/7-VerDika (BxB)🔞
  • Xagala
  • FRAGMENT (From ALTERITY)
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • SHIZUN

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines