Wishes
  • WpView
    Reads 489
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 18, 2020
Ini bukan sebuah kisah tentang harapan ingin memiliki pasangan hidup yang setia, bukan juga tentang harapan ingin bertemu dengan jodoh yang dinanti. Ini kisah dimana seorang gadis hidup dengan serba kesederhanaan, harus kehilangan segalanya. Hanya hidup dalam sebuah bayangan semu, takdirnya pun samar-mempermainkan dirinya. Tak ada lagi kehangatan dimatanya, tak ada ketulusan. Hanya ada topeng tanpa suara, karena cahaya nya sudah lama redup. Tak ada teman tak membuat ia mengemis pertemanan pada orang sekitarnya. Tak memiliki keluarga juga tidak membuat ia mencari-cari perhatian lebih pada siapapun. Semua serba kesederhanaan. Tanpa ada kebahagiaan, dengan luka hati yang tak kunjung disembuhkan. Dulu, semesta tega merebut semuanya. Membuat segala nya menjadi lebih suram. Tapi bisakah ia menaruh harapan pada luka? atau, bisakah ia menjalani takdir yang tak pernah ia inginkan? Karena pada akhirnya, keinginan gadis itu membuatnya berpegang teguh untuk tidak menyerah ditengah jalan. Keinginannya yang lama terpendam, jauh sebelum semua berubah. Satu-satunya penyemangat hidup kelamnya. WISHES.
All Rights Reserved
#52
alone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • DENNIES
  • HILANG [Segera Terbit]
  • Me And His Hopes
  • FRIENDzone (Completed)
  • Juan [REVISI]
  • Separuh Keinginan(FRESH): SELESAI
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines