Story cover for Sendiri Dan Bertahan by lutfi_Alvath
Sendiri Dan Bertahan
  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 241
  • WpVote
    Votes 95
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published May 14, 2020
Ketika telah tiba saatnya Zaman serba mesin ingin menguasai dunia.

Sendiri. Mungkin hal yang begitu menakutkan bagi kaum muda milenial. Sendiri tampa mempunyai sebuah pasangan adalah hal yang akan menjadi kelemahan dan bahan bully-an nomer satu para warga di balik Gawai singgasana, atau pun di dunia nyata.


Al-Farabi Umair Fahis. Dia adalah pemuda yang yang ingin menghadapi masa lalunya yang mengerikan dengan cara yang berbeda. Tragedi yang mungkin hanya ada dalam sebuah flm saja, mungkin bisa saja terjadi di kehidupan nyata.
All Rights Reserved
Sign up to add Sendiri Dan Bertahan to your library and receive updates
or
#1terhormat
Content Guidelines
You may also like
Cinta Halal Kita[On Going] by DellaRegina9
28 parts Ongoing
Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.
Tahajjud Cinta [END] by hijabgirlll_
34 parts Complete
[SEKUEL TAKDIR CINTA] Memperjuangkan cinta melalui shalat tahajjud? Emang ada ya? Apa jadinya jika kita mencintai seseorang, tetapi hanya bisa berjuang melalui tahajjud dan do'a? Begitulah kisah Rafzan, si cowok berandalan dengan Adilla, si gadis muslimah. Rafzan Rafassya Al-Fathir, seorang cowok berandalan yang disuruh sang Papa ke sebuah pesantren agar bisa merubah sifatnya. Sampai dimana, di sana ia bertemu dengan seorang gadis berhijab yang mampu menanamkan perasaan berbeda dihatinya. Ia berusaha mendekati gadis itu, tetapi selalu saja gagal. Hingga akhirnya ia menemukan cara untuk bisa mendapatkan gadis itu, yakni shalat tahajjud di sepertiga malam. Adilla Alfanisya Az-Zahra, seorang gadis muslimah nan cantik yang sangat ta'at pada agama. Sebuah pertemuan singkat di depan teras masjid mampu membuat hatinya merasakan cinta untuk yang pertama kalinya. Namun sayangnya, perasaan itu hanya mampu ia pendam dalam diam. Selebihnya, ia munajat kan cinta itu di sepertiga malam pada Rabbi sang pemilik cinta. "Jika rayuan ku tak mempan bagimu, maka izinkan tahajjud ku menyapa hatimu." -Rafzan "Jika bibir ini tak mampu untuk mengungkapkan rasa cinta, maka biarkanlah hati ini memendamnya dalam untaian do'a." -Adilla *** CERITA INI SAYA TULIS MURNI DARI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. MOHON MAAF BILA TERDAPAT KESAMAAN CERITA, NAMA, TOKOH, TEMPAT, DLL. DAN INI HANYALAH SEBUAH CERITA BIASA DARI SEORANG PENULIS BIASA. TERIMAKASIH BANYAK SUDAH MEMBACA. ⚠️ UNTUK MALING TOLONG JAUH-JAUH *** Start : 01 September 2024 Finish : 28 Januari 2025 Happy Reading!
You may also like
Slide 1 of 9
Cinta Halal Kita[On Going] cover
Sahabat atau Cinta cover
Sendirian di Antara Sunyi {TERBIT} cover
Perempuan Yang Dirawat Waktu  cover
Pemilik Waktu (END) cover
What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️ cover
Di Ujung Senja Fajar Menunggu Terbit  cover
Tahajjud Cinta [END] cover
Genggam Tanganku cover

Cinta Halal Kita[On Going]

28 parts Ongoing

Aiza Chafiya Laila Jannahti. Gadis itu biasa dipanggil Aiza. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, memiliki dua adik laki-laki yang masing-masing berusia 13 tahun dan 8 tahun. Sejak kecil, Aiza dikenal sebagai anak yang lembut, taat, dan penuh tanggung jawab-terutama sebagai kakak sulung di keluarganya. Kisahnya dimulai ketika ia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Fattah, sebuah pesantren yang menjadi pilihan keluarganya. Bukan tanpa alasan, keluarga pengasuh pesantren-Kyai dan Nyai-telah lama menjalin hubungan dekat dengan keluarga Aiza. Kedekatan itu membuat keputusan tersebut terasa tepat, meski tetap saja berat. Tidak mudah bagi Aiza untuk meninggalkan pesantren milik kakeknya sendiri, tempat yang sudah akrab dengan segala kenangan masa kecilnya. Lingkungan baru, aturan baru, dan orang-orang baru menjadi tantangan yang harus ia hadapi dengan hati yang lapang. Di hari-hari pertamanya di Pesantren Nurul Fattah, Aiza dipertemukan dengan tiga gadis yang kelak menjadi sahabatnya: Chika yang ceria, Ayu yang kalem, dan Rahmana yang dewasa. Bersama mereka, Aiza belajar tentang arti persahabatan, kesabaran, dan perlahan... tentang rasa yang tumbuh tanpa diminta. Di balik lantunan ayat suci dan doa-doa yang dipanjatkan setiap malam, ada kisah yang sedang Allah rangkai. Kisah tentang perjuangan, tentang menjaga hati, dan tentang cinta yang tidak hanya sekadar rasa-melainkan niat suci untuk menuju halal. Inilah awal dari perjalanan Aiza. Tentang cinta yang dijaga, tentang rindu yang ditahan, dan tentang harapan yang dipasrahkan sepenuhnya pada takdir-Nya.