Zhio
  • WpView
    MGA BUMASA 1,352
  • WpVote
    Mga Boto 59
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Dec 30, 2020
"Rasanya punya pacar dan enggak itu sama aja, bahkan lebih enak gak punya pacar, punya pacar tapi terus tertekan buat apa? Mending sendirikan? Hidup damai tanpa harus menjaga perasaan siapapun" Lanjut Sasa masih dengan air mata yang terus mengalir. Zhio sedikit terkejut dibuatnya, tak menyangka akan jawaban Sasa, jadi itu yang selama ini Sasa rasakan? Gadisnya itu tak pernah menyuarakan apa yang ia rasakan selama ini, ia hanya diam dan menurut atas apa yang Zhio perintahkan, gadisnya yang penurut. "Daripada gini terus, lebih baik kita.." "Gak!" Potong Zhio cepat, ia tau apa yang akan diucapkan gadisnya itu, sudah terlalu hafal dengan kalimat itu. "Kamu milik aku, selamanya!" Ucap Zhio tegas, rahangnya mengeras menatap Sasa yang sedari tadi masih betah dengan tangisnya. "Kamu egois tau gak" ucap Sasa, tangisnya makin menjadi seiring dengan dadanya yang makin sesak, ia memukul mukul dadanya sendiri. "Ya, ini aku, kamu mau apa?" *** Langsung baca aja okeee😀
All Rights Reserved
#2
dictator
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Possessive Badboy [END]
  • Converge With You [On Going]
  • My Possesive Boyfriend
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Silent Heart!
  • Garis Luka
  • Arsyilazka
  • My possesive boyfriend
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman