SUARA-SUARA KECIL INDONESIA

SUARA-SUARA KECIL INDONESIA

  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2020
"Kita itu sama. Dilahirkan atas nama mahkluk bernama manusia. Jangan kira dengan menjadi kaya kalian memiliki segalanya. Termasuk MANUSIA. Karena bila kau membeli mereka, berarti kalian bukan manusia. Melainkan daging berjalan yang terlalu bodoh untuk membedakan mana sesamanya....." *** "Kita tidak pantas berada di sana!" Ia menunjuk sekolah SMA yang berada di pojok perempatan. *** Prok prok prokkkk..... Gemuruh tepuk tangan yang begitu membahana itu mampu meneteskan air mata yang biasanya malu untuk dikeluarkan. Aku telah membuktikannya, Jen. Agar kamu tenang di sana. Bukankah kau berjanji akan bertepuk tangan yang paling keras saat itu terjadi? Aku takkan kecewa apapun yang kau lakukan kali ini.
All Rights Reserved
#102
hebat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • You're mine||CH
  • hanya untuk bunda
  • Yesterday Lies
  • GALAZANA
  • 𓍢ִ໋🀦⊹ ࣪destiny and the moon⊹ ࣪ ˖࣪ ִֶָ☾. [Countryhuman]
  • 🇮🇩ꦿwolf In Sheep's Clothing?࿐ [Countryhuman]
  • Promise or Leave
  •  ꧁❦Sang Keturunan DEWA PENCIPTA❦꧂
  • We Are One

Sekolah. Sekedar ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka atau versi terbaru, kecilnya. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point nilai lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines