Hanibaram
  • WpView
    Reads 161
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 12, 2020
"Cinta memang tak harus saling memiliki, namun bukankah cinta membawa kita pada kebahagiaan. Nyatanya setelah mengenal cinta yang tak pernah terbalaskan malah membawa kita pada kesengsaraan," Devian Jareda. "Aku hanya mampu melihatmu dari kejauhan, tanpa bisa mengatakan apapun yang mungkin menenangkan hatiku. Hanya satu yang bisa kukatakan kamu seperti serein," Alena Wanda Athalia. Apakah mereka mengalami cinta dalam diam? belum tentu, karena mungkin saja kalimat itu mereka tujukan untuk orang lain. ya gak? ya udah baca aja, siapa tahu kepincut. Aku merasa kamu seperti Hanibaram, menenangkan, menyejukkan dan menambah kenyamanan meskipun hidupku tenang. Editor : Rahmatullah.
All Rights Reserved
#153
sains
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • 𝐥𝐨𝐧𝐠𝐢𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐥𝐨𝐝𝐲
  • The Heiress Trap (END)
  • Di balik Hening [TERBIT]
  • Langit dan Kenangannya
  • FIRASAT
  • The Letter Of Memories

INI CERITA KARYA IMAJINASI AKU SENDIRI. JADI, JIKALAU ADA NAMA, TEMPAT DAN LAIN SEBAGAINYA YANG SAMA MUNGKIN ITU HANYA KEBETULAN SAJA. KARNA CERITA INI BENER-BENER KARANGAN AKU SENDIRI. MOHON DILARANG UNTUK PLAGIAT DALAM BENTUK APAPUN!!! -------- "Sisi lain yang tersembunyi..." ___ Seperti halnya luka. Ketika kamu belum merasakan bahwa kamu terluka maka kamu tak akan tau betapa pedihnya yang dirasa dari luka itu sendiri. Tapi ketika kamu tau atau bahkan mulai menyadari, maka kamu akan mulai merasakan betapa pedihnya luka itu. Meski itu hanya luka kecil sekali pun. Ketika kamu butuh sosok seorang yang menyayangi dan mencintaimu dengan tulus, saat itu juga kamu akan merasakan betapa pahitnya rasa sayang dan juga cinta, Secara bersamaan. Kamu akan mengerti ketika semuanya telah hilang, ketika semuanya menganggap Kamu tak ada bahwa sesungguhnya kamu ada. Dan kamu hanya bisa diam dan menerima, walau semua itu menyakitkan sekalipun. Airmata juga sudah tak ada gunanya hanya untuk menangisi sesuatu yang sudah terjadi. Tapi, meskipun begitu. "Kenapa airmata ini selalu saja keluar tanpa aku minta?" "Saat aku ingin bertahan pun, rasanya itu semua akan sia-sia. Tak ada yang perlu dipertahankan jika nantinya akan berakhir menyakitkan." "Terlebih, jika harus merasakan yang tak seharusnya itu terjadi secara langsung didalam hidupku" "Tak ada yang perlu dikasihani, Karna aku tak butuh rasa kasihan itu. Dan tak ada yang perlu diprihatinkan, ketika semua yang aku rasa telah hilang..., dan..., mati!" Sungguh, betapa kejamnya takdir mempermainkannya. 🍁🍁🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines