Bipolar 🔞

Bipolar 🔞

  • WpView
    Reads 30,255
  • WpVote
    Votes 370
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 4, 2025
Cinta seharusnya menenangkan, namun bagiku ia menjelma badai. Aku, Chandra Pandu Dewanata, jatuh terlalu dalam-hingga batas kewarasan hanyalah garis tipis yang semakin kabur setiap kali menatapmu. Awalnya aku hanya mengagumimu, sederhana dan tulus, seperti doa yang terbisik pelan di malam sunyi. Namun semakin lama, rasa itu tumbuh menjadi sesuatu yang tak bisa lagi ku kendalikan. Aku ingin dirimu, setiap detik, setiap hembusan napas, setiap tatapan matamu. Orang menyebutnya cinta. Tapi jika cinta berarti merobek batas logika, menghancurkan dinding kewarasan, dan membuatku rela menjadi monster demi menggenggammu-maka biarlah aku disebut gila. Karena aku tidak sekadar mencintaimu, honey. Aku terobsesi padamu. Dan dalam obsesi ini, tidak ada kata mundur-hanya ada kau dan aku... sampai akhir.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines