My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 26, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sikapnya yang blak-blakan mampu membuat seorang Greyson Arkana yang awalnya risih namun seiring berjalan waktu merasa tertarik begitu saja. Entah apa yang terjadi dengan lelaki dingin tersebut. Rasa demi rasa yang tak pernah dirasakannya mendadak hadir, bahkan dirinya sendiri pun tak tahu rasa apa yang kini ia rasakan. Lagipula apa yang membuat lekaki itu tertarik dengan Tania Salsabilla? Perempuan tidak punya malu, terkesan blak-blakan, dan juga perempuan itu sering sekali melontarkan candaan-candaan garingnya. Bagaimana kah perasaan keduanya begitu takdir dengan baiknya mempertemukan mereka? Senang kah? Atau justru sebaliknya yaitu menyebalkan? "Lo itu satu-satunya perempuan yang gak tahu malu! Berhenti gangguin gue dengan candaan lo yang garing itu!" -Greyson Arkana. "Lo itu cowok super possessive dan protective, yang suka melarang gue kemana pun gue pergi!" -Tania Salsabilla.
All Rights Reserved
#118
greyson
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • DAKSA [END]
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Arsyilazka
  • DANGEREUX
  • C&E
  •  Alcha ~ Rajawali
  • LALA
  • ARESKA DAN ALENTA (End)

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines