We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AisyMal

AisyMal

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Dia bisa memecahkan soal rumit seperti logaritma tapi tidak dengan perasaan nya sendiri. Dia tidak bisa bahkan menemukan sedikit rumus pun tetap tak dapat ia temukan. Berapa banyak buku psikologi yang dia baca namun dia tak bisa memahami perasaan yang melanda dirinya sendiri. Berapa banyak orang yang minta saran dan pendapat kepada dirinya namun dengan masalah batin nya sendiri tidak bisa di pahami oleh diri nya.
All Rights Reserved
#10
rasulullah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • I'm,Your Wife,,,"GUS"
  • Rindu Tanpa Lafaz
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Dia dan Doa
  • WANITA GARIS LURUS (Persembahan Untuk Cinta)
  • Assalamualaikum Imamku
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines