Dulu aku mencintaimu sebegitu dalamnya. Tapi dengan sekejap juga kamu hancurkan itu. -Alka Dityara Renjani-
Aku mau bersama mu. Tapi kita tidak bisa. Namun, yang harus kamu tahu yang aku rasakan selama itu tidak semu. -Resyaka Faiz Fadillah-
Biarkan aku berjuang. Kamu cukup merasakannya. -Alvaro Andaru Malik.
Alka dan perjuangannya dalam proses menyembuhkan luka yang tergores begitu dalam di hatinya. Patah hati dan hancur secara bersamaan membuat ia menutup dirinya. Dia hanya berpasrah pada waktu yang menuntunnya. Waktu yang mempertemukannya dengan sosok penyembuh lukanya.
Bahasa baku X Non Baku. Mohon maaf kalo banyak typo but its oke nanti bakal aku revisi.
Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu.
Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita.
Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan.
Kita mulai kehilangan-satu per satu.
Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya.
Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita.
Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa.
---
"Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..."
- Aletha