The Monster Under My Bed

The Monster Under My Bed

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
"Amity ...," panggil makhluk itu. "Jangan menangis." Tangis Amity semakin kencang. Ia jadi teringat pada cerita-cerita horror yang sering dibacanya di komik horror. Salah satunya adalah tentang monster yang hidup di bawah tempat tidur dan memakan manusia. Amity tidak ingin mati dimakan monster. Terlebih lagi, ia tidak sudi mati sebelum orang tuanya berlinang air mata karena bangga padanya. Amity menutup matanya rapat-rapat. Ia meletakkan tangannya di telinga sambil berseru, "Jangan makan aku, tuan monster!" Monster itu terdiam sebelum tertawa. Suara basnya yang tertawa terdengar bagaikan suara penyihir jahat di film kartun. "Monster?" bisiknya. "Ah, iya! Sebentar." Amity membuka kedua matanya sedikit-sedikit. Matanya melebar saat ia menemukan kupu-kupu kecil beterbangan di sekitar monster itu. Dari tubuhnya, muncul cahaya yang menyilaukan. Tidak ada lagi leher yang panjang dan tubuh berbulu. Yang ada di hadapan Amity sekarang adalah seorang lelaki berambut biru. Warna matanya masih sama dan tanduknya tidak hilang. Ia lebih tinggi beberapa senti dari Amity dan tubuhnya berkilauan seperti peri.
All Rights Reserved
#3
taring
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The legend of fairy
  • Paranoid Boss.
  • MONSTREA | Treasure & BabyMonster
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Aji Langit

"Bahaya! " teriak Alice mengagetkan, sontak Adit melompat keatas sofa panik dan kebingungan dengan ala - ala jurus beladiri. "Aissh, lo kenapa sih hah?" kesal Adit berkacak pinggang menatap Alice tajam. "Ada bahaya!" tunjuk Alice, Adit mengikuti arah pandang Alice dan. Drrrrtt Duaaarrr Ponsel kesayangan adit pecah lebur berkeping - keping. Adit melotot tak percaya, bagaimana bisa? "Apa yang lo lakuin hah!" bentak Adit. "Alice.... Benda tadi berbahaya Biy! Dia punya sihir kaya Alice." "Apa! Lo bilang, lo?" tanya Adit tak percaya, perlahan Adit mundur menjauh dari Alice. "Ah maksud Alice-" "Sebenernya lo siapa? Dukun? Memedi? Immortal? Saudari Harry Potter? Penyihir? Atau apa?" potong Adit karna penasaran bercampur was - was. Alice menghela nafas pasrah dan menyuruh Adit untuk duduk di dekatnya. #Republished 👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines