The Monster Under My Bed

The Monster Under My Bed

  • WpView
    LECTURES 117
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., mai 15, 2020
"Amity ...," panggil makhluk itu. "Jangan menangis." Tangis Amity semakin kencang. Ia jadi teringat pada cerita-cerita horror yang sering dibacanya di komik horror. Salah satunya adalah tentang monster yang hidup di bawah tempat tidur dan memakan manusia. Amity tidak ingin mati dimakan monster. Terlebih lagi, ia tidak sudi mati sebelum orang tuanya berlinang air mata karena bangga padanya. Amity menutup matanya rapat-rapat. Ia meletakkan tangannya di telinga sambil berseru, "Jangan makan aku, tuan monster!" Monster itu terdiam sebelum tertawa. Suara basnya yang tertawa terdengar bagaikan suara penyihir jahat di film kartun. "Monster?" bisiknya. "Ah, iya! Sebentar." Amity membuka kedua matanya sedikit-sedikit. Matanya melebar saat ia menemukan kupu-kupu kecil beterbangan di sekitar monster itu. Dari tubuhnya, muncul cahaya yang menyilaukan. Tidak ada lagi leher yang panjang dan tubuh berbulu. Yang ada di hadapan Amity sekarang adalah seorang lelaki berambut biru. Warna matanya masih sama dan tanduknya tidak hilang. Ia lebih tinggi beberapa senti dari Amity dan tubuhnya berkilauan seperti peri.
Tous Droits Réservés
#181
smp
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ANAI [END]
  • The legend of fairy
  • Charoque Boarding School
  • Kutukan Tumbal
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Against The Flow
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI

Pagi hari yang tampak mendung, angin kencang tiba-tiba saja muncul dan menerbangkan dedaunan. Firasat tak enak mulai dirasakan setiap orang yang berada di dalam sana. Ya, di SMP negri 1 lebih tepatnya. Muncul jejak kaki penuh darah yang bentuknya abnormal di koridor. Mahluk hitam dengan tinggi dua meter disertai dengan kuku kuku tajam yang berlumuran darah berkeliaran di sekitar sekolah mereka. Mahluk itu bernama Anai monster yang tak dapat mati walalupun dibunuh ribuan kali. Dan yang lebih parahnya lagi jumlah mereka tak dapat dihitung dengan dua tangan. Sedangkan para murid tak bisa keluar dari sekolah itu. Seolah-olah mereka terkurung dalam sebuah kurungan transparan. Apa yang harus mereka lakukan?! Berita buruknya;hanya kelas mereka yang tersisa disini.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu