Toraberu Pointo

Toraberu Pointo

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
Angin malam lembut berhembus memecah hening daun telinga yang berdiam, memikirkan tentang bagaimana ia menciptakan diri ini, serta alam raya yang tak ada habisnya mengeluarkan peluh demi kehidupan. Intip sedikit demi sedikit, Memukau, Indah dan tak tertandingi. Hanya kata itu yang terucap, tanpa berfikir dan meragukan dirinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Silence That Shaped Me
  • Berbicara Lewat Hati
  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Ecosillia
  • The Space Between Us
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines