Story cover for Toraberu Pointo by fianaputri01
Toraberu Pointo
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published May 15, 2020
Angin malam lembut berhembus memecah hening daun telinga yang berdiam, memikirkan tentang bagaimana ia menciptakan diri ini, serta alam raya yang tak ada habisnya mengeluarkan peluh demi kehidupan. Intip sedikit demi sedikit, Memukau, Indah dan tak tertandingi. Hanya kata itu yang terucap, tanpa berfikir dan meragukan dirinya.
All Rights Reserved
Sign up to add Toraberu Pointo to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Cinta Dalam Mekarnya Bunga by araminta_123
23 parts Ongoing Mature
Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.
You may also like
Slide 1 of 7
Sin-yuka Imperio cover
Tepian Semu || Lilynn✅ cover
BIARKAN AKU JATUH CINTA cover
Cinta Dalam Mekarnya Bunga cover
Antara Dendam dan Cinta cover
Ecosillia cover
Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019 cover

Sin-yuka Imperio

4 parts Ongoing Mature

Kerajaan tempat kendali hanya sebuah ilusi. Di ruang istana yang dibangun dari bisikan dan hasrat tersembunyi, berdirilah sosok dengan tatapan tajam dan suara serendah desir bayangan. Perintah tak pernah datang lewat teriakan, melainkan lewat sentuhan yang tak terucapkan dan keheningan yang memaksa patuh. Di hadapan kekuasaan seperti itu, tubuh kan merunduk bukan karena kelemahan, melainkan karena sebuah pengakuan tak bersuara. Sebuah tunduk yang menyimpan rasa paling dalam rasa yang tak butuh nama, tak perlu alasan. Satu sentuhan di dagu, dan seluruh ruang seperti menahan napas. Detak tak lagi menurut, berdentum seperti berkhianat pada logika. Ucapan dibisikkan, dan hanya keheningan yang menyambut, namun gemetar tetap hadir tanpa diundang. Persetujuan tak pernah diucap, tapi selalu dijawab dengan kejujuran dari gerak paling sunyi disusul semburan kenikmatan dahsyat.