My Husband Is Yakuza

My Husband Is Yakuza

  • WpView
    Reads 16,499
  • WpVote
    Votes 1,384
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 10, 2020
Seokjin memutuskan untuk melepas harta satu-satunnya lewat prostitusi, ia malah bertemu dengan pria kejam. Seorang pemimpin yakuza yang rela merenggut kebahagiaan orang lain untuk kepuasannya. "Aku hanya butuh budak, bukan seorang istri. Kau, memenuhi setiap syaratnya. Ayahmu, Kim SiHyuk, berhutang nyawa dan berjanji memberikan anaknya pada ayahku." Seperti kaca yang pecah dan berserakan, Kim Seokjintidak bisa berkata apapun selain mencari keuntungan dari semua itu. "Berikan aku tarif yang cukup. Maka aku akan bersedia melakukan apa pun." Yakuza itu tertawa, persis orang sakit. Malam yang mereka habiskan berdua, adalah awal dari penyesalan pertama. REMAKE novel karya EkaBudi (dengan perubahan disana-sini untuk penyesuaian dengan chara dan lainnya)
All Rights Reserved
#243
namjoon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Leave Me, Please![ End ]
  • I Love You Ghost Namja-[TaeKook]
  • Slave [ taejinkook ]
  • Find You
  • Little Escape ✔️
  • The Secret (End)
  • Pet Lovers ( END )
  • Trivia : Ocean Eyes || Park Jimin Fanfiction ✔
  • Sacha and The Bangtan

" Aku bukan kakak yang baik buat mereka. Aku seorang kakak yang buruk. Hiks... Aku hanya menyusahkan mereka" - Kim Seok jin "Selamat tinggal dunia, biarkan aku terlelap" - Jung Hoseok "Apa yang kau tunggu? TEMBAK AKU SEKARANG !!!" - Kim namjoon "Yoongi Hyung, kita akan bertemu lagi" - Park jimin "Yoongi hyung, aku mengantuk. Biarkan aku tertidur ya" - Kim Tae Hyung " A-aku harus...akh....ber-tahan" - Jeon jungkook " Kenapa? Kenapa hanya aku yang bertahan?!" - Min Yoongi Mereka adalah satu keluarga. Bukan sekadar grup boyband ternama, tapi rumah bagi satu sama lain. Namun ketika insiden mengerikan itu terjadi, satu per satu mulai tumbang. Dalam luka, dalam air mata, dalam keheningan yang menyesakkan. Yang tertinggal hanya satu: Dia yang tak lagi bisa menangis, tak bisa marah, bahkan tak tahu lagi cara merasa. Beku, kosong... dan hancur. Ini adalah kisah tentang kehilangan, pengorbanan, dan teror yang terlambat disadari. Dan tentang bagaimana sebuah keluarga bisa hancur dalam sekeja yang hanya menyisakan sunyi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines