"ga ada hubungannya lo dekat sama gw saat elena suka sama gw terus lo ngejauh,kalo elena sahabat yang baik,pasti ia ngertiin lo,ia juga boleh suka sama gw tapi harus wajar" ucap azka di simak oleh maura "maksudnya"
"lo sama elena sahabat,yang namanya sahabat pasti ngertiin sahabat lainnya,dalam sahabat ga boleh ada kata egois,lo rissa,elena,putri,nessa kalian sahabatan kalian berlima bisa saja menyukai pria yang sama,mungkin.tapi jika memang mereka menginginkan persahabatan mereka utuh,pasti mereka akan bersaing dengan lembut atauuuuu" azka menggantung kata katanya
"atau apa" azka menghelas nafasnya "atau dari mereka harus ada yang mundur dan mengalah,memang sulit mau untuk memilih antara cinta atau sahabat,tapi percaya deh kalau sahabat sejati pasti akan ngertiin posisi sahabat lainnya,bukan malah milih satu jalan salah,memutuskan persahabaatan demi cinta"
maura tersenyum mendengar perkataan azka barusan,ia senang ia bahagia,ia pikir azka akan marah padanya saat mwngetahui ia menjauhinya karna elena,karna elena menyukai azka,ternyata dugaan maura salah,azka malah menasehati nya,agar ia tak menjauh di saat elena menyukai azka
Gabung yuk sama maura,azka dan elena
bisa desibut cinta mereka cinta segitiga
SARANGHEO♥
"Loh, ntar-ntar, mama nitipin gue ke abang-abang biar gue bisa dididik sama mereka? Kelakuan mereka kan lebih laknat dari gue."
.....
Dituntut agar bisa ini itu saja sudah cukup membuat Alea kesal.
Sekarang mamanya berulah lagi dengan menitipkan Alea di rumah keempat abangnya dengan dalih agar Alea menjadi anak yang lebih baik seperti mereka.
Lebih baik?
Abang pertama punya pacar cowok.
Abang kedua suka ngedugem.
Abang ketiga ngikutin jejak abang pertama.
Abang keempat suka balap liar.
Lebih baik dari mananya?
........
Akankah Alea dapat bertahan di rumah sang kakak? Mengingat Alea masih memiliki satu problem, yakninya tetangga rumah yang selalu menempel padanya setiap hari.
"Kayaknya gue alergi sama lo deh, setiap lo deketin tangan gue gatel, bawaannya pen gorok." -Alea
"Nego dikit boleh? Jangan gorok deh, kerok aja gimana?" -Angkasa