We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Nobody without you

Nobody without you

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Bruk...!! bruk...!! "Selesai..!" (kompak) "Wah... kamu hebat. ini semua sudah selesai dengan cepat." "Tidak,Rin. Ini karna kita saling membantu agar cepat selesai." "Chi.. kamu memang sahabat ku" "Tidak ada yang berkomentar akan itu Rin. hahaha" "Ayo.. kita harus beberes barang.!" Rinay dan Chika akan pergi ke suatu desa untuk menjadi pendidik magang. Desa Labinu Daerah pendesaan di kota Tamil. Jelas perlu waktu lama untuk saling menerima satu sama lain hingga terasa tak bisa lepas satu sama lain dan hubungan itu bertahan sampai umur mereka yang sekarang. Dengan kepribadian berbeda,mereka mampu bersaing sehat dan hidup berdampingan. "Rin.. Lo sudah beres ngak?" "Yaelah Chi. Sabar dong. Gua masih mikir apa lagi nih yang perlu gua bawa.!" "Ya ampun Rin. kita tinggal tiga bulan aja disana. Lo jangan bawa banyak barang napa? Ntar kesusahan bawanya tau, bawa apa yang perlu amat aja." "Ih..bawel. Desa itu asri juga banyak yang harusnya kita lakukan kan.So.. mesti ada persiapan dong Chi." "Udah yah Rin. Gua ngak mau dengar penjelasan lo lagi. Jangan bawa barang yang kagak penting..!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • Rannia√
  • Friends with Benefits
  • 36 days with you {saida} [End]
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • CINTA TAK PERNAH SALAH (SELESAI)
  • COMPLICATED
  • RAGARA [ on going ]

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines