Where We Belong

Where We Belong

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 15, 2021
Lucu bukan? Bagaimana cara semesta menyatukan dua hati yang pernah merasakan luka yang sama kini malah duduk berdampingan, mengisi bagian yang kosong satu sama lain seperti sebuah serial romansa yang menyedihkan. "Kau percaya takdir, Sungjin-ah?" "Aku percaya takdir sebesar rasa percayaku akan kehadiranmu saat ini."
All Rights Reserved
#31
kimwonpil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kang Younghyun : Finale (Young K DAY6) [Completed]
  • Sabtu
  • SINGULARITY [VMIN] END
  • [1] THE ANNOUNCERS ✔
  • I like you ; Park Jaehyung
  • Kak Jungkook [✔️]
  • COFFEE [ JAE DAY6 x OC ] - COMPLETED
  • Possessive Bro • Jae
  • Kaharsa

Bekerja sebagai penyiar radio membuat Brian banyak dikenali orang-orang, bahkan sosial medianya dipenuhi oleh beberapa penggemarnya yang terus-menerus memberikan pujian untuknya. Selain karena tampan, dia pun memiliki suara yang indah ketika bernyanyi. Mustahil jika pria tampan seperti Brian tak memiliki seorang kekasih, tentu saja dia sudah mempunyai satu nama yang membuat hari-harinya semangat dalam bekerja, yaitu Ara. Disisi lain, ada hati yang harus terluka karena menerima kenyataan kalau Brian telah menjadi milik seseorang. Ayana Kim. Rekan kerja Brian, salah satu staff Enam hari radio. Dia-lah saksi bisu ketika Brian tengah menyiar di radio, selain menjadi rekan kerja yang baik untuk Brian, dia pun lumayan dekat dengan Ara dan sering bertukar cerita meskipun topiknya hanya berputar pada Brian. Hingga tiba saatnya Ayana dibuat dilema, antara ingin memperjuangkan Brian atau melepaskan Brian untuk Ara. Dia tahu, kalau perasaannya pada Brian ini salah, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena hati tak bisa memilih untuk jatuh pada siapa. "Ayana, ini ada bekal. Mau makan berdua sama aku, enggak?" tawar Brian. "Bo-boleh?" gugup Ayana. Brian terkekeh pelan lalu berucap, "Boleh dong, Ara yang masak dan suruh aku buat makan siang sama kamu." *** Cover by tiadesign_

More details
WpActionLinkContent Guidelines