Cassa
  • WpView
    LECTURAS 10
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, may 15, 2020
"Mungkin dulu kamu selalu dikejar oleh para perempuan. Sekarang, kamu mengejarku. Bagaimana rasanya?" Lelaki itu dibuat diam. Sekarang ia paham. Gadis itu sangat membencinya. Melihat lelaki itu terdiam, sang gadis kembali melanjutkan ucapannya, "mungkin dulu aku terlalu fokus mengejarmu sehingga aku tak sadar kau sudah berhenti jauh dibelakangku." "Maka dari itu, sekarang kau harus mengejarku bukan?" tanya sang gadis. Setelah lama berdiam tak menjawab sang gadis. Lelaki itu akhirnya mengeluarkan suaranya. "Kamu benar. Aku sudah tertinggal jauh dibelakangmu. Bisakah kamu berhenti dan menungguku? Supaya tidak ada yang terdahului maupun mendahului." Sang gadis terkekeh, "menunggumu? Bukankah kau tahu aku tak suka menunggu?" Lelaki itu tersenyum miring, "jika kamu tidak suka menunggu. Maka biarlah aku yang akan berusaha sejajar denganmu." Tanpa menunggu perkataan dari sang gadis. Lelaki itu pergi meninggalkan kelas itu.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • AYKA
  • AFIKA [ END✔ ]
  • RIAREZ : dendam dalam cinta (END)
  • AKSENIO
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Pelangi Di Matamu
  • SamLova [Terbit]
  • Cupikacu
AYKA

"Ayya suka sama Aka" "Gue gak peduli" Jawab lelaki itu acuh. "Aka suka gak sama Ayya?" Tanya gadis itu dengan tatapan penuh harap dan senyum yang tak pernah luntur. "Nggak" Ia mempercepat langkahnya untuk mengimbangi kaki jenjang si most wanted "Kalau istirahat nanti?" "Nggak" "Pulang sekolah?" "Nggak" "Bes--" "GUE BILANG ENGGA YA ENGGA!!" Teriaknya kencang tepat di depan wajah Ayya. "DAN BERHENTI MANGGIL GUE AKA. NAMA GUE RAKA, RAKA ADIPUTRA RAHARDIAN" tekannya, kemudian tanpa rasa bersalah ia meninggalkan gadis itu begitu saja. Ayya menatap punggung Raka yang semakin menjauh "Ayya yakin kok sekeras-kerasnya batu masih bisa dihancurin dan sebeku-bekunya es masih bisa diluluhin" ucapnya yakin, tidak lupa dengan senyum yang menghiasi bibirnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido