AYNI
  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 23, 2020
Apa kamu pernah merasakan senang dan sedih secara bersamaan karena seseorang? Terlebih lagi seseorang ini tidak pernah menegur ataupun tersenyum kepadamu. Apa kamu pernah bertanya-tanya apa yang salah dengan dirimu? Kenapa kamu harus merasakan senang atau sedih karena orang itu? Memangnya dia siapa sampai kamu harus bingung dengan perasaanmu saat ini? Pertanyaan-pertanyaan itu juga kini sedang memenuhi isi kepala Ayni. Kenapa ia harus merasa senang ketika ia harus berpapasan dengan pria itu? Kenapa ia harus merasakan sedih ketika ia tidak bertemu dengan pria itu dalam sehari? Apa dia menyukai pria itu? Apa ia menyukai Nizan?! Kakak kelasnya ?! Yang tidak pernah menerbitkan senyum di wajahnya?! **** Semoga kalian suka dengan cerita ini. By : Anonym
All Rights Reserved
#451
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • coward
  • Imaginary Boyfriend
  • Look At Me!!!                                            [Follow Sblm Membaca❤]
  • WLIT [1] : When Love Isn't Talking
  • - Friendzone -
  • Eliinaa
  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Dewa Keberuntungan [End]
  • ALEAGAS [END]
  • Stolen Before Fallen
coward

Kembaran Anjani mengatakan, Anjani hanyalah gadis picik yang merebut orang-orang tersayang dari sisinya. Ketiga kakak laki-laki Anjani mengatakan hal serupa. Mereka bilang, Anjani tidak lebih dari gadis pengemis perhatian dalam keluarga. Padahal, mereka tidak pernah tau bagaimana Anjani menghabiskan hari-harinya penuh rasa sakit. Papa dan Mama yang disangka selalu berada di pihak Anjani tidak pernah benar-benar menyayanginya. Papa dan Mama hanya ingin satu hal, keduanya ingin Anjani memiliki nilai sempurna. Lantas, apa jadinya jika Anjani jatuh hati pada Jenggala, laki-laki yang berstatus sebagai sahabat dari kembarannya? Bagaimana jadinya jika laki-laki yang ia sayang, laki-laki yang diharapkan mengerti dirinya, selalu berlari untuk membela sang kembaran terlebih dahulu dibanding dirinya? "Lo tau Jan, gue mau jadi pacar lo cuma demi Aruna. Gue harap lo sadar posisi dan ngerti kalau gue nggak akan pernah beneran sayang sama lo." ••• "Gue nggak pernah minta hidup kayak gini. Gue cuma mau tidur, gue capek belajar. Gue capek nanggung beban ekspektasi Mama sama Papa, Kak."

More details
WpActionLinkContent Guidelines