99 WAYS TO TORTURE THE PROTAGONIST

99 WAYS TO TORTURE THE PROTAGONIST

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2020
Waktu kalian baca cerita tipe Cinderella, dimana wanita 'paling menyedihkan' dikehidupan ini bertemu dengan pria si empunya segalanya, pernah gak sih lo kasihan sama peran wanita antagonisnya? Well, mungkin karena dia terlalu jahat pada sang pemeran utama, waktu dia akhirnya "kena batunya" kalian semua pada seneng. Or maybe you guys go straight celebrating her misfortunes, ngadain pesta 7 hari 7 malem. If that is the case, well all of you suck and shouldn't read this novel! Kenapa? Karena sekarang ini cerita tentang 'wanita jahat' itu. Well the cannon fodder of the story, that is me! Anyway, apart for being super scheming and cunning, I am also a very grudge full woman. Yah terserah lo mau nyumpahin gue apa yang jelas gue I refuse to surrender, even if this is the story about Cinderella and her prince charming. Masa iya, gue yang lahir dengan seluruh kelebihan gue kalah sama cewek begituan. Yah bukan meremehkan ciptaan Tuhan. Tapi untuk menjadi gue yang sekarang ada banyak kerja keras, dedikasi dan waktu yang gue korbankan. To be smart I've to study earlier, endless tuition, melakukan skin care berjam-jam. How not fair If I still receive a bad ending at the end. Atau lebih parahnya lagi, dengan bodohnya gue menghabiskan my youth on someone who didn't love me. Gak mau sama gue? Fine, no problemo, gue cari cowok lain. However, apart from the perfect male lead dimana gue harus mencari pria yang menyaingi si pemeran utama? Kandidat yang mendekati cuman si Kenzo Putra Anderson. Cuman ya, si Kenzo ini super nyebelin and apparently we didn't have much good record. Been fighting with him like forever, jadi gue agak gak yakin dia adalah kandidat yang tepat. Tapi, selain dari keluarga Anderson, siapa lagi yang bisa nyaingin Dixon Aksa Ramiro. Well, whatever it is, this is me and 99 ways to torture the protagonist! Hahaha!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • Self Injury's(complete)✔
  • I Was The Evil Witch
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • DI JODOHIN MINHO [✔]
  • JULIE 'I'm not a BadGirl '
  • Tempted
  • Boys Around Her (Telah Terbit)✔

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines