Sound Of Evidences

Sound Of Evidences

  • WpView
    Reads 258
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 21, 2020
"Believe what you see, trust what you hear." Richard Mahendra baru saja pulang ke rumah dan mendapati kakaknya tergantung di kamar tepat dua hari sebelum ulang tahunnya. Sebuah hadiah dari mendiang kakak perempuannya membawa rasa penasaran Richard menelusuri berbagai kisah pendek yang tertulis di kehidupan gadis manis itu. Kisah pendek yang dipenuhi dengan permainan. Kisah pendek yang membawa Richard menemukan dirinya. Kisah pendek yang berlatarkan dunia remaja yang mungkin tak akan kamu sangka sebelumnya. Ditulis dalam: Bahasa Indonesia ©️2020. Chrysania.
All Rights Reserved
#3
puppylove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rasa Tanpa Suara
  • Friend Or Enemy? [TERBIT].
  • GALANG [SELESAI]
  • Cerita Pendek - Separuh Hati
  • REMINISCENCE
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Takdir cinta DARA (Completed)
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Arsyilazka

Cinta adalah perkara gaib yang tak bisa ditebak dengan mudahnya. Perasaan yang kata orang merupakan perasaan paling menyenangkan di satu waktu, tapi juga bisa berubah sangat menyakitkan di waktu lainnya. Kalau salah satu definisi cinta adalah bersabar memendam perasaan bertahun-tahun tanpa berharap dibalas, Kara punya cinta itu. Namun, objek cintanya bukanlah orang biasa. Ega adalah sahabat karib Juna, kakak kandungnya. Ega juga kakak dari Anin, sahabat dekatnya. Mencintai Ega sama saja dengan bermain api di tengah lingkaran orang-orang tersayangnya. ​Tanpa ada yang tahu, tanpa berkata, dan tanpa suara, Kara menyimpan segalanya rapat-rapat dalam diam. Setidaknya, sebelum Ghea tidak sengaja tahu... "Eh, orgil! Lo nahan perasaan lo diam-diam, nggak cerita sama siapa-siapa termasuk gue, bertingkah sok biasa aja di depan Bang Ega, dan itu udah berlangsung lima tahun?! Gila, Kara, mantap! Jadi dulu yang lo sering ngomong lo punya cinta monyet itu Bang Ega, Kara?!" Kara mengangguk sekenanya. Kalau sedang tidak malas, sudah Kara ajak gelut itu si Ghea. "Tapi kayaknya di umur gue sekarang, ini bukan lagi cinta monyet." "Ya, emang!" ° Let's read it! And don't forget to give your vote & comment:) ©micasamiya, 2019. Cover by lalinasgraphic [Versi baru, setelah direvisi]

More details
WpActionLinkContent Guidelines