Story cover for FRIENDZONE by Teensshortstory
FRIENDZONE
  • WpView
    Leituras 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 10
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em mai 15, 2020
untuk para lelaki, wanita juga ingin hubungan berstatus. meski kalian selalu bersamanya ya bukan berarti kalian miliknya. jika nanti ada seseorang yang tertarik padanya dan wanita yang kamu anggap sebagai milik kamu itu juga memiliki rasa kepadanya bagaimana? 

percayalah kehilangan itu selalu diiringi dengan penyesalan. dan kamu tau? penyesalan selalu datang terlambat. 

kalo penyesalan datang di awal itu artinya harus tiati. 

namanya juga remaja, masih labil. 

dua remaja terjebak di dalam kisah friendzone. saling memiliki tapi tak mempunyai ikatan. 

di hadapan teman teman nya, ngakunya sih pacaran. tapi ya gitu. 

entah hubungan friendzone ini akan berakhir atau justru mengalami kemajuan.?  simak kisahnya dan ppantengin terus ff nya! kalo kalian suka dengan ff ini jangan lupa klik tombol bintang, share juga ketemen temen kalian, follow juga dan 20 followers utama bakalan aku follback insya Allah. komen juga kalian mau aku bikin cerita apalagi. pastinya bakalan aku usahain buat bikinin ya. sayang kalian 💕
Domínio Público

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar FRIENDZONE à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#1abim
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Everything Between Us (ON GOING), de Lifeofzyailomiloxx
16 capítulos Em andamento
Dia tidak pernah membayangkan akan terjebak di persimpangan seperti ini-terombang-ambing antara dua hati yang begitu berarti dalam hidupnya. Di satu sisi, ada sahabatnya, seorang yang telah bersamanya sejak kecil. Seseorang yang begitu mengenalnya, yang tahu segala kelemahan dan kekuatannya, mereka seperti dua jiwa yang tak terpisahkan. Namun, di sisi lainnya, ada dia-pria yang diam-diam telah mencuri hatinya. Tanpa sadar, dia telah menjadi pusat dari setiap angan dan lamunan yang selama ini ia pendam dalam diam. Seharusnya, persahabatan dan cinta tak perlu menjadi pilihan. Seharusnya, ia bisa memiliki keduanya tanpa harus mengorbankan salah satunya. Namun kenyataan tidak sesederhana itu. Kini, ia dihadapkan pada fakta pahit bahwa sahabatnya, orang yang selalu ada untuknya, juga menyimpan rasa yang sama-cinta yang tumbuh tanpa mereka sadari, dan kini mengguncang keduanya. Hatinya berperang dalam sunyi. Haruskah ia mengalah, mengubur cintanya dalam-dalam demi menjaga persahabatan yang telah bertahun-tahun terjalin? Atau, apakah ini saatnya ia memilih untuk menjadi egois, memperjuangkan cinta yang kini memanggil namanya, meski resikonya adalah kehilangan seseorang yang selalu ada di setiap langkahnya? Ini adalah kisah tentang pilihan yang berat, tentang kehilangan yang tak terhindarkan, dan tentang keberanian untuk menghadapi perasaan yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Siapa yang akan ia pilih? Dan apakah ada pilihan yang tidak akan meninggalkan luka bagi mereka semua? "Between love and friendship, there's pain, hope, and unspoken feelings" ~ Everything Between Us ~
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Taken Slowly cover
A Rainbow cover
My Bromance [18+] End cover
He is not My Best Friend (End) cover
From a friend to lover? cover
friend and future [Iq-nam] (End) cover
The Game cover
Everything Between Us (ON GOING) cover
𝙶𝚛𝚒𝚣𝚎𝚕𝚕𝚎  [ℍ𝕀𝔸𝕋𝕌𝕊] cover
Putralisha~ cover

Taken Slowly

35 capítulos Concluída

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.