UNIVERSE LOVE

UNIVERSE LOVE

  • WpView
    Reads 859
  • WpVote
    Votes 401
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 28, 2020
Aku tak percaya lagi pada cinta. Walau datangnya hadirkan bahagia, tapi aku selalu takut setelahnya. Tentang duka dan cinta, mengapa harus serumit ini dalam menemani manusia. Sampai akhirnya semesta menunjukan jawabannya, tentang kata yang selalu terpantri bak mantra. "Aku percaya, tuhan tak pernah sematkan luka jika tak bahagia setelahnya." Bukankah itu yang ku pelajari darimu wahai semesta??. Berkali-kali terjatuh merasakan luka, hingga berakhir duka. Mungkin memang benar, orang yang mengenalkankan kita cinta maka orang tersebut pulalah yang akan membuat luka. #U.L
All Rights Reserved
#485
kopi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reinata
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Love In Silence (Complete)
  • Sembunyi Dalam Senyum [COMPLETED]
  • HILANG [Segera Terbit]
  • HIDDEN I (The End)
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • ruang
  • Mr Adams⌛Tamat⌛
Reinata

Kau ingat saat kau bercerita tentang luka lamamu? Saat itu, aku begitu simpati padamu. Aku merasa kita memiliki kesamaan, kita pernah merasakan sakit yang sama. Aku pikir kita bisa saling menguatkan, saling menyembuhkan luka. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasiku. Kau justru mengulangi kesalahan yang sama, menusukku di tempat yang paling rapuh. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu. Kau telah menggores luka lamaku lebih dalam lagi, dan kali ini, aku tidak yakin bisa sembuh seutuhnya. Aku ingat betul bagaimana kita mulai. Aku membuka hatiku untuk memulai kembali bersamamu, menceritakan segala rahasia dan mimpi-mimpiku. Aku pikir kau adalah tempat yang aman untukku berbagi segalanya. Namun, naifnya aku, ternyata kepercayaan yang kubangun begitu mudahnya runtuh di tanganmu. Kau mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan, menusukku di saat aku paling lemah. Luka yang kau berikan jauh lebih dalam dari yang pernah kubayangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines