Emma's Pain

Emma's Pain

  • WpView
    LECTURAS 94
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, may 20, 2020
15+ WARNING! CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN, KRIMINAL, ALKOHOL, ROKOK, DAN KATA KASAR. MOHON PEMBACA LEBIH BIJAK UNTUK BISA MENANGGAPINYA. TERIMAKASIH. Mencintai dua laki-laki yang berteman adalah dilema hidupku di umur 17 tahun ini. Memiliki kekasih dan mencintai teman laki-laki, aku tidak bisa memilih keduanya. Walaupun aku tahu cintaku pada teman laki-laki ku itu bertepuk sebelah tangan karena Ia memiliki hati gadis lain. Tapi aku seakan buta pada kenyataan bahwa ada laki-laki yang mencintaiku, tapi aku selalu menangis untuk laki-laki yang tidak mencintaiku.... - Emma Dulciana Kizzy.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Taken Slowly
  • Pal In Love
  • Time
  • Triangle Love♡---(BaeJinyoung)
  • ♚BEST FRIEND ZONE♚
  • Misunderstand
  • AKU CINTA KAMU [SELESAI]
  • Be My Light
  • He is not My Best Friend (End)

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido