DEAR REMBULAN...

DEAR REMBULAN...

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2020
Namanya Rembulan Dwipangga panggil saja dia rembulan, perempuan yg selalu ceria setiap harinya yg mempunyai dua saudara Arya Dwipangga dan Firli Dwipangga. Semua cerita yang indah dan hari hari yang berwarna berawal dari sesorang yg spesial yg selalu menemani setiap harinya. Gadis cantik yg selalu ceria yang menurut orang lain selalu bahagia dimana pun dia berada, tapi tidak seindah yang kalian bayangkan! Orang tua nya bercerai pas disaat hari ulang tahunnya, dan mempunyai istri dan suami masing masing, akan kah dia merasa seperti anak broken home seperti yang ada di film film? Mari kita simak kelanjutan kisahnya! Budayakan vote setelah membaca!🤗Happy reading🙂
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Arsyilazka
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • DISA | broken
  •  ANATHA
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • AL: Stand Alone [END]
  • Istri Solehah [Completed]
  • LIFE LINE | Of Blood, Love, and Loyalty
  • T I M E
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines