Story cover for DEAR SUNSET by nadiayuniatri
DEAR SUNSET
  • WpView
    Leituras 242
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 7
  • WpView
    Leituras 242
  • WpVote
    Votos 38
  • WpPart
    Capítulos 7
Em andamento, Primeira publicação em mai 16, 2020
Matahari berada diufuk barat. Menandakan akan tenggelamnya matahari dan menyisakan indahnya suasana senja dengan sejuta lampu menghiasi kota.

Mereka berada diatas bukit. Mereka saling menatap dengan jarak sangat dekat. 

Rensa yang mendongakkan kepala agar ia bisa melihat Rei yang tinggi darinya.
Rei yang menggenggam kedua tangan Rensa itu menatapnya sambil tersenyum.

"Aku mau ngomong." kata Rei dengan suaranya selembut hati.

Rensa yang mendengarnya itu terkejut dalam diam ketika Rei mengucapkan kata 'aku' padanya.

"Ngomong apa?"

"Kamu tau aku udah lama kan?"

"Iya."

"Udah tau isi hati aku?"

Rensa mengerutkan keningnya. "Maksudnya?"

Rei tersenyum kecil. "Sekarang hari ini, jam ini, menit ini, detik ini akan aku ungkapin isi hati aku. Perasaanku jatuh ke hati kamu Ren. Jadi,"

Rei menghela napasnya. Ia mulai grogi. Begitu juga Rensa. Gadis itu merasa panas dingin disekujur tubuhnya. "Jadi, kamu mau jadi teman hidupku?"

Rensa terkejut dalam diam. Laki-laki dihadapannya berhasil menembak dirinya. Rensa mengerjapkan matanya. Ia merasa kebingungan harus menjawab apa. Tapi ia memilih sesuai dengan hatinya.

Sejenak Rensa memejamkan matanya lalu menatapnya Rei kembali. 

"I said... Yess" ucap Rensa lalu tersenyum.

Rei yang mendengarnya itu langsung memeluk Rensa sekuat-kuatnya. Tak lupa ia mengecup kening Rensa. Ia telah berhasil mengungkapkan seluruh hatinya pada gadis itu. Sekarang ia akan menjadi teman hidup Rensa.

Dear sunset, aku harap ini adalah keputusanku yang paling benar, aku harap kita akan saling bersama, dan aku harap dia adalah teman hidupku selamanya. -Rensa Natasya-

I will love only you -Reiga Wijaya-

© 2020  Nadia
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar DEAR SUNSET à sua biblioteca e receber atualizações
ou
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Cerita Si Kembar [TAMAT], de ___Putrirahayu___
6 capítulos Concluída
Cerita Si Kembar By Nita Putri Rahayu °°° Ketika anak kembar yang memiliki sifat dan kepribadian berbanding terbalik membuat orang berspekulasi mereka bukanlah saudara kembar melainkan dua anak yang tidak sengaja ditakdirkan bertemu dalam satu rahim. Satu otak genius, satunya otak minus. Aneh gak sih? Azzam Reyhan Reswara adalah tipe cowok idaman semua orang, dia itu brothergoals banget. Apapun akan ia lakukan untuk adik kembarnya walau dirinya sendiri jadi korbannya. Azzam yang terkenal pendiam itu nyatanya memiliki otak genius yang mampu menandingi nilai anak-anak di sekolahnya membuat dia bisa masuk di kelas unggulan. Azzam juga punya sifat dan kepribadian yang bestfriendsgoals, siapapun yang baru bertatap muka dengannya akan beranggapan kalau pemuda itu memang ramah. Berbanding terbalik dengan saudara kembarnya. Azura Rena Redwana si gadis yang manja banget dan menjadikan Azzam seperti ayah, bunda, kakak bahkan pacar membuat orang-orang yang tidak mengenal keduanya beranggapan kalau mereka pasangan kekasih. Azura tidak pernah masuk dalam daftar siswa pintar di kelasnya apalagi di sekolah. Gadis itu hanyalah siswi yang memiliki otak minimalis dengan omongan yang banyak minusnya. Omongan yang suka frontal, seenaknya bahkan bisa menyakiti sampai ginjal. Azzam genius. Azura bego. Azzam murah senyum. Azura galak. Azzam suka menolong. Azura suka jambak. Bagaimanakah kisah kedua anak kembar ini? Akankah keduanya selalu bersama dengan perbedaan yang berbeda jauh itu?
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi], de hysunshinee
45 capítulos Concluída
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Shivviness[END] cover
Serpihan Kaca [COMPLETED] cover
Samudera (JUPITER SERIES #2) [TERBIT]  cover
My Cold Crush - Complete cover
Cerita Si Kembar [TAMAT] cover
About You Radit! (Selesai + Revisi) cover
I Life In Your Body✔ cover
1. Dia, Arsen!! cover
Rara & Reyhan (End) cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover

Shivviness[END]

41 capítulos Concluída

Suatu ketika aku bermimpi. Berlari tanpa arah di tengah jalan berkabut. Dan batu kecil pun bisa membuatku jatuh tersandung. Dengan rasa sakit, tak mampu berdiri sendiri. Aku menengadahkan kepala dan melihat sosok samar orang yang kusukai. Dia hanya terdiam seraya perlahan mengulurkan tangannya menanti aku tuk meraihnya. Begitulah... tangan itu memang harus kuraih sendiri. Aku harus berusaha menggapainya. "Akan kuraih..." sesaat aku berpikir seperti itu, seraya kuulurkan tanganku padanya. Kau tahu apa yang terjadi padaku kemudian?... Tanpa kusadari ada sosok lain yang sudah lebih dahulu mendekat dan membantuku kembali berdiri. Tangannya tak hanya terulur tetapi juga dengan erat menggenggamku. "Tenanglah." bisiknya, "Aku akan selalu ada untukmu." Kabut perlahan menghilang, memperlihatkan dengan jelas sosok didekatku itu. Aku tak terkejut. Aku sudah tahu, ternyata memang dia. Selalu dia... Karena bahagia sesederhana itu..