AYO PACARAN

AYO PACARAN

  • WpView
    LECTURAS 74
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ene 11, 2021
Profil picture: pinterest Birdella Grizelle namanya kalian bisa memanggilnya El, Griz atau apapun asalkan jangan Della. Anak seorang pengusaha besar yang mempunyai banyak usaha di dalam maupun di luar negeri. Dia punya satu kaka laki laki dan satu sahabat perempuan. Banyak yang bilang El itu cantik cara berpikirnya picik dan memikat. Ya aku akui itu. Tapi untuk 'memikat' itu dulu sekarang sudah tidak lagi. Bagaimana tidak? Seorang El yang cantik kaya pintar dan blasteran itu ditolak mentah mentah oleh kaka kelas so keren itu! "Kenapa si lo gamau jadi pacar gue hah?" Teriakku tak santai mungkin saja air liur ku muncrat ke mukanya bagus malah. "Karna lo itu selalu bikin gue jengkel dari dulu!" Balasnya tak kalah keras. Dari dulu? Bagaimana mungkin? Aku saja baru bertemu dia saat memasuki kelas 10. Em atau kita memang pernah kenal saat dulu tapi aku melupakannya? Mukanya memang tidak asing atau memang muka dia yang pasaran ya?. Aku terkikik sendiri dengan pemikiran ngawur ku. Si cowo hanya mengangkat alis dan menatapku curiga. "Mikir apa lo hah?" Tanyanya curiga. Hahahhaa segini aja ya deskripsi nya. Penasaran? Silahkan kunjungi akun wattpad ku jangan lupa follow, baca semua cerita ku dan jangan lupa vote comment nya juga!!! HAPPY READING!
Todos los derechos reservados
#358
el
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Stay (Away)
  • Love And Holidays
  • ALGARES [Hiatus]
  •  CLARLEX
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • BE A RAINBOW
  • ON SIGHT (Completed)
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • How to be Your Friend
  • AL AL GANG [Complicated]

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido