ALIANSI
  • WpView
    Reads 296
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 66
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 11, 2023
WpInfo
Non-Fiction
"Susah ya kalo sudah terikat, tapi hati menjalankan dengan berat🍂" Hembusan nafas kasar Ghina memenuhi ruangan pekik yang berukuran lumayan besar ini, bangunan tua yang tak ramai penghuni ini sudah dikontrak 2 bulan yang lalu oleh salah satu instansi badan perpolitikan kota. terikat kontrak kerja untuk sebagian orang memang hal yang paling diinginkan, hal yang paling membahagiakan, sekaligus bisa membanggakan kedua orang tua mereka. Tapi tidak dengan gadis yang menyandang status fresh graduate ini, usai genap 8 bulan pengagguran ia harus menandatangani selembar kertas yang berisi janji dengan dipenuhi berbagai konsekuensi🍁
All Rights Reserved
#84
duniakerja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Baby's Contract✓
  • TOGETHER
  • PERTEMANAN YANG ABADI [slow Up]
  • Anugrah Azizah
  • Dillema: The End Of Beginning
  • TRIPLE J |JenoJaeminJisung|

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

More details
WpActionLinkContent Guidelines