Story cover for ALIANSI by Rifh_rifdhaa
ALIANSI
  • WpView
    LECTURAS 289
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 66
  • WpView
    LECTURAS 289
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 66
Continúa, Has publicado may 16, 2020
"Susah ya kalo sudah terikat, tapi hati menjalankan dengan berat🍂" 
Hembusan nafas kasar Ghina memenuhi ruangan pekik yang berukuran lumayan besar ini, bangunan tua yang  tak ramai penghuni ini sudah dikontrak 2 bulan yang lalu oleh salah satu instansi badan perpolitikan kota. 

terikat kontrak kerja untuk sebagian orang memang hal yang paling diinginkan, hal yang paling membahagiakan, sekaligus bisa membanggakan kedua orang tua mereka. Tapi tidak dengan gadis yang menyandang status fresh graduate ini, usai genap 8 bulan pengagguran ia harus menandatangani selembar kertas yang berisi janji dengan dipenuhi berbagai konsekuensi🍁
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ALIANSI a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#4firstwork
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 6
The Baby's Contract✓ cover
TRIPLE J |JenoJaeminJisung| cover
THE REBIRTH OF THE YOUNGEST  cover
OUR PROMISE cover
TOGETHER cover
Bungsu?! (Boboiboy Solar) cover

The Baby's Contract✓

88 partes Concluida

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?