Intinya memang sesuatu yang jahat telah aku lakukan. Aku rela melakukan segalanya demi mendapatkan dirimu. Setiap kali aku selalu nekat, bahkan tak peduli sekalipun nyawaku dalam bahaya. Awalnya memang hanya sebuah rasa suka, yang ku kira akan berakhir seperti biasanya. Seperti angin berhembus kemudian berlalu, itulah yang kupikirkan tentang hatiku kepadamu.
Tapi aku salah, ternyata tak seperti apa yang nampak. Perasaan ini malah berhasil menyeretku ke rumah sakit jiwa. Aku adalah pakar dari kekacauan itu, memang akulah pakar pembuat onar dan ketakutan pada orang-orang tertentu. Aku terlihat di hadapan banyak orang selalu pada pihak yang benar. Orang tak tau sisi gelap yang ada pada diriku.
Menyingkirkan mereka, wanita-wanita bodoh itu agar tersingkir dan aku akan mendapatkan tujuanku, dia yang aku cintai. Tiba-tiba aku terpelosok oleh masalah ketika dia akan menjadi milikku, kurang sedikit waktu lagi dan aku seakan ditakdirkan tak boleh menggenggam dia untuk selamanya. Hilang sia-sia semua yang telah aku bangun, bak menara roboh tersambar petir hancur berkeping.
Disaat kekacauan dan kehancuran hidupku datang,dia yang ku cintai berada dalam bahaya. Ia akan dikhianati, dan aku tak bisa berbuat apapun. Itu jika hanya penghianatan, tapi bagaimana jika mereka ingin sekaligus menghancurkannya. Aku sudah tak punya gelar, dan kekuasaan. Uang tak ada lagi dalam hidupku seperti masalaluku yang menyedihkan. Jika ingin menyelamatkannya apakah mungkin bagiku. Kehidupanku, keberlangsunganku. harus dimulai dari nol untuk kembali seperti semula.
Dia telah tak percaya padaku, ia menganggapku sebagai pembunuh ibunya, tapi bukan aku. Ia anggap diriku pembunuh calon pewarisnya, itu semua tidak benar ! dan selalu kukatakan itu.
Akan kah aku menemukan seseorang yang percaya padaku ? Membantuku untuk menolong dia yang kucintai ?
Mengapa aku sampai sebegini parah? Kalian akan tau seberapa besar aku mencintainya, atau sebut saja aku gila.
Perihal aku, kamu, dan janji - janji yang sudah diingkari. Semoga apa Yang kamu terima bukanlah kesakitan yang sama.
Salam untuk kekasihmu (yang dulunya temanku). Bilang padanya agar mencintai dengan segenap hati. Semoga ia tidak mematahkan hatimu seperti kau mematahkan hatiku kemarin.
-ken-
__________
NB : Disini gue cuma nulis apa yang gue alamin sendiri. Sebenernya ini lebih ke catatan sih ya, bukan cerita. Catatan yang sewaktu - waktu yang akan dia baca. Biar dia tau gimana susahnya gue bangkit. Biar dia tau gimana sakitnya gue mencintai sendiri #eaaaaaaaa alay.
Btw, kalian bisa kasih kritik dan saran kok ke gue. Membosankan kah? Atau ikut terbawa perasaan? Wkwkwwk. Sejujurnya gue udah lama nulis, tapi baru terjun ke dunia wattpad. Gue aktif di tumblr juga. Jangan lupa mampir ke tumblr gue ya. Link ada di bio. Tengkyu gaes.
Terimakasih untuk yang sudah vote dan read. Terimakasih semua❤
Instagram: @ken.rhm
CP: 087788125676