We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
SATRIA BRAJA

SATRIA BRAJA

  • WpView
    Reads 11,092
  • WpVote
    Votes 368
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 4, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
[Jika ada yang memiliki KBM App jangan lupa subcribe dan follow ya. Sejak 20 Agustus 2021, saya pindah lapak. Sekaligus mulai melanjutka menulis kembali setelah satu tahun vacum. Mohon dukungannya. Nama pena yang aku pakai WZ Rendra] Sebagai calon pendekar tingkat sanak, Satria Braja termasuk salah satu yang terpayah dalam penguasaan cakra. Rupanya, ia punya rahasia besar sekaligus potensi yang bisa mengantarkannya mewujudkan impian sebagai seorang senopati. Mampukah ia mencapai impiannya? Maukah ia tetap setia pada mimpinya, jika sang raja yang harus dilindungi oleh seorang senopati adalah pembunuh dari ayah Satria Braja. Sementara rival sekaligus teman akrabnya, Istungkara, mempunyai dendam dan cita-cita membunuh sang raja. Satria Braja dan Istungkara juga terlibat cinta segitiga pada Kirana Maheswari yang merupakan senior mereka di padepokan. Mari simak kisahnya!
All Rights Reserved
#1
silat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BANJIR DARAH DI KOTA RAJA, serial JAKA LELANA pendekar pedang bayangan
  • Hening Dalam Luka
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Sang Dewi (SUDAH TERBIT)
  • A Past Rania van Java [MERDEKA]
  • Bertemu Denganmu [TAMAT]
  • JANTRA JALA JIWA
  • Dear, Pak Dosen 2 (Completed)
  • Bodyguardku Gus Idamanku [End]✨💖
  • I'm More Than Just A Princess

Hanya lima jurus, tubuh kepala prajurit narapati cempani sudah bersimbah darah, lengan kirinya, perut dan pahanya sudah mengeluarkan darah, di jurus ke tujuh, narapati cempani tidak bisa menghindari sabetan pedang senopati muda murid Patih Guru Santri. Lehernya robek besar, tidak ada teriakan ketika darah menyembur dari leher kepala prajurit tersebut, hanya ada suara yang mirip hewan di gorok lehernya. Sesaat kemudian, jatuh tergeletak di lantai pendopo dengan leher yang hampir putus daranya membanjiri lantai pendopo agung. * * * * * "Para prajurit..!" "Kalian semua memakai kain hitam, lambang kaki tangan pemberontak..!" "Lihat, mayat mayat yang darahnya saat ini membanjiri istana..!" "Mereka adalah pimpinan kalian..!'' "Aku tau, sebagai seorang prajurit, kalian hanya mengikuti perintah pimpinan kalian..!" * * * * * "Apakah mereka prajurit dari sebuah kadipaten..?" "Sepertinya bukan romo, mereka tidak berpakaian layaknya seorang prajurit.." "Tapi seperti sebuah perguruan silat..". jawab jaka lelana. "Siapa pun mereka.." "Sepertinya, akan terjadi banjir darah di kota raja.." ucap ki demang suramanik dengan suara rawan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines