Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
Arkana × Me

Arkana × Me

  • WpView
    LECTURAS 195
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 31, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Zara?" Arkana menurunkan rokoknya "Arkan berhentilah badanmu sakit" "Zara, gue kan udah bilang gua bisa jaga diri gue sendiri,lo itu cuma pacar gue jadi nggak suka lo atur-atur gue kaya gini". "Meskipun lo ngga bisa berhenti, minimal lo udah kurangin dosis lo hisap rokok perharinya. Jangan sembarangan kaya gini." "Orang tua gue baik baik saja, kenapa lo yang sensi si? "Lo sayang nggak sih sama gue, Lo serius nggak sih sama gue?" "Maksud lo?" "Gimana lo bisa sayang sama gue, kalo lo aja ga bisa sayangin lo sendiri.
Todos los derechos reservados
#318
softgirl
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • KIARA [End]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • "MY BOY MY ENEMY" (ON GOING)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • We Are One
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • about us and him ✔️

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido