Vilan
  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"mengapa dunia selalu memberikan luka, secarik mimpi yang pernah ku idamkan, kini seakan hangus tak tersisa. aku yang selalu dihantui kenangan. perlahan membuat ku gila atau membunuh ku.." Rintih Vina dalam diam disebuah jembatan kehidupan Vina telalu banyak teka-teki terlalu banyak jebakan hingga ia sendiri tidak tau jalan keluar ny. --- "harusny kamu berbagi sama aku, kamu udah janji mau bagi suka duka yang kamu rasakan, kenapa aku harus tau ini sendiri. usaha yang selama ini udah aku lakuin untuk siapa? karna apa? karna gua cinta sama lo!" batin Alan ,tangisny memecahkan keheningan ruang perawatan. since 20/05/2020
All Rights Reserved
#29
penerbit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bucin (Completed✅)
  • Inside Me [END]
  • My Angelman [END]
  • ILUNGA √
  • WUNDE ( Selesai )
  • DELIA & WISNU [Completed]
  • Gone(✔)🔚
  • ALEA
  • Memorable
  • STORY KEISHA (TAMAT)

"Noh minta maaf sama Zela bukan gue, mungkin dia masih sahabat lo" Kata-Kata Vini terdengar dingin di telinga gadis menyedihkan ini. "Vin..." Ucap Dinda lirih tak sanggup lagi untuk berkata-kata. Jujur Dinda tidak mengerti maksud Vini berkata seperti itu. "Kenapa? lo nanya gue? sorry gue ngak bisa maafin lo, lo bukan orang yang gue kenal lagi Din..." Vini menggantungkan ucapannya, sangat berat melanjutkannya, tapi inilah takdirnya "-gue ngak mau punya temen bucin kayak lo" Vini menekankan kata bucin disana, dan kali ini nada bicaranya naik satu oktaf, mungkin bukan satu oktaf lagi, tapi sudah ratus oktaf hingga nafas Vini terasa sesak mengatakannya. Air mata yang sedari tadi ditahannya, kini jatuh berderai di pipinya." Gue tau gue salah Vin, maafin gue" Perkataan maaf tak pernah habis dilontarkan oleh mulut Dinda. ~Ketika kekecewaan mencapai puncaknya, ia bisa menghancurkan pertahanan yang sudah lama di bangun dengan sepenuh jiwa~

More details
WpActionLinkContent Guidelines