We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALONE
  • WpView
    Reads 216
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"kalian tidak merasakan luka dalam hatiku yang tiap harinya mengeras bagai batu. kalian yang membuatku tidak percaya apa artinya sebuah kebersamaan. tidak!" - Ariana Zaylendra - "kami memang salah tapi kami mencoba untuk memperbaikinya. tolong maafkan kami, Nak!" - Malik Zaylendra - Ariana seorang gadis lugu yang terjebak dalam dunia kelam yang membuat hidupnya berantakan. hingga membawanya pada luka yang sulit ia maafkan. hidupnya sendiri hanya sendiri, bahkan seseorang yang dia harapkan untuk memeluknya malah melemparnya jauh entah kemana. jika kamu menginginkan cerita penuh air mata tapi tidak lebay disini tempatnya. Siapkan tisu dan secangkir kopi untuk menemani. happy reading ya guys. jangan lupa vote and commant! ini cerita pertamaku......
All Rights Reserved
#427
malik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • TRAUMA
  • HILANG [Segera Terbit]
  • REGRET [END]
  • Goodbye
  • Waktu?
  • Naura & Lukanya
  • ALARA
  • Nathalea

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines