Mama, izinkan aku berhijab

Mama, izinkan aku berhijab

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[ my first story! ] Perjuangan Este untuk menjadi lebih baik diwarnai dengan banyak reaksi dari orang-orang sekitarnya. Mulai dari kehilangan orang yang ia cintai dan orang yang mempercayainya. " Este! Tolong nurut aja sekali sama mama, nak. Mama nggak mau kamu pakai kerudung!" " Dek, please lah ya. Apasih susahnya nurutin permintaan Mama?! Ngapain coba kamu pakai tuh kerudung!" " Abang mu benar, nak. Tolong nurut aja sama permintaan Mama kamu. Papa juga nggak mau kamu berhijab." " Nggak. Este nggak mau. Kalau mama nggak mau Este pakai hijab. Este nggak bakal nyerah semudah itu." Awalnya Este tidak pernah menyesali keputusannya. Tapi ini demi keluarganya. Ia akan melakukan apapun agar mereka tetap bersama di tempat yang istimewa. " Aku akan selalu mendukungmu, Fathimah." " Aku juga. Kamu harus kuat! Pasti bisa." . " Merepotkan juga punya teman homeless kayak Lo. Tapi gue bakal selalu di samping Lo. Apapun yang terjadi." Lalu, bagaimana perjuangan Estelar dalam berhijrah? Akankah ia berhasil hingga akhir? Atau kah tidak? [ Don't copy my story! ] [ Banyak typo bertebaran! Harap maklum] Publish: 25 May 2020
All Rights Reserved
#660
cewek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ikhwan [SELESAI]
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Awal hijrahku
  • Adira-Axel (Completed)
  • Hijrah [COMPLETED]
  • What Makes You Beautiful [SELESAI] ✔️
  • Astagfirullah, Husband! [RE-UPLOAD]
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Kayla in Love (END)
  • Qirani (sudah Di Terbitkan)

Teenfict-Romance-Religi ⚠BAPER STORY⚠ Namanya Ikhwan. Laki-laki itu berbeda, selalu terlihat sangat sederhana dan tidak banyak gaya seperti remaja zaman sekarang pada umumnya. Aku pikir dia orang yang aneh. Tidak pernah menatap perempuan. Tidak pernah menyentuh perempuan. Sampai aku mengira sepertinya dia takut dengan perempuan. Awalnya aku tidak perduli dengan semua keanehan itu. Dia memang sudah sering di cap aneh. Karena tidak jarang ia berjalan menyusuri koridor dan naik turun tangga sekolah dengan mulut berkomat-kamit sambil memainkan jemarinya. Tapi lambat laun, aku mulai mengerti. Sedikit demi sedikit, aku tahu alasan dibalik setiap sikap anehnya. Semakin mendekat, aku tau apa yang dia gumamkan. Dan sejak saat itu, aku mulai mengaguminya. *** Allah memiliki caranya sendiri dalam mempertemukan apa yang memang sudah seharusnya menjadi milik kita. Cukup percaya dan berdoa kepada-Nya. Sungguh, hanya Dia yang paling mengetahui apa yang baik untuk kita. *** Bukan hanya cinta-cintaan. Insya Allah bacaan ini bermanfaat. Tolong baca dulu beberapa part :) Copyright©2019 Adelia NR Dibuat... -12 Maret 2019 Selesai -19 Mei 2019 OPEN PO 8 Juni - 22 Juni Republish -23 April 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines