7 Lines

7 Lines

  • WpView
    Reads 2,344
  • WpVote
    Votes 330
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 20, 2023
Di tengah-tengah gemerlap lampu panggung dan kilauan flash kamera, di tengah-tengah saat penuh tawa dan perayaan. Tiba-tiba, ketika mata mereka terpejam sejenak, waktu kontan berhenti, ditambah suara nyaring yang memekakkan telinga terdengar. Portal aneh menuju dunia lain terbuka, menyeret mereka ke antah berantah. *** "Selamat datang para pemain, teka-teki menara akan dimulai dalam 60 menit. Siapkan diri kalian dan selesaikan teka-teki untuk keluar." Suara gemuruh kontan terdengar dari dasar permukaan bumi, membuat beberapa dari mereka berlari ketakutan. "Satu hati, dua suara, dan tujuh garis." (Diikutkan dalam kontes CAKRA WRITING MARATHON BATCH 06)
All Rights Reserved
#2
cakrawritingmarathonbatch06
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Complete] Fate in Chains
  • HARQEEL
  • Garis Orbit [Selesai]✓
  • The Hidden Line - Panah, Password, dan Pengkhianatan.
  • Takdir di Antara Kita (Tamat)
  • The Hole [Proses Terbit]
  • Sabitah
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Lulu
  • MALIGNITY : Encounter The Evil (TERBIT)

FATE IN CHAINS a Sequel of "Senja di Balik Hujan" Dua tahun berlalu sejak tragedi yang menjerat mereka, namun Alden dan Asyilla masih terperangkap dalam lingkaran yang sama-hubungan yang penuh gairah, ketergantungan, dan obsesi yang nyaris tak masuk akal. Alden, kini seorang mahasiswa teknik yang tampak tenang dan rasional, sebenarnya tak pernah benar-benar bisa melepaskan diri dari Asyilla. Setiap langkah gadis itu, setiap jejak keberadaannya, selalu dalam pantauannya. Ia bukan hanya mencintai Asyilla-ia membutuhkannya. Asyilla, siswi SMA tingkat akhir yang tampak rapuh di luar, justru menyimpan ketakutan yang berlawanan. Ia tahu bahwa Alden selalu ada di sekitarnya, selalu memperhatikannya dari bayang-bayang. Dan alih-alih menjauh, ia justru merasa tak bisa hidup tanpanya. Hubungan mereka bagaikan tarian yang penuh gairah sekaligus berbahaya-terlalu dekat bisa menghancurkan, tetapi menjauh hanya akan membuat mereka semakin haus satu sama lain. Alden tak bisa menerima dunia di mana Asyilla bukan miliknya, sementara Asyilla tak bisa membayangkan hidup tanpa Alden yang terus memburu dan memilikinya. Mereka saling melahap, saling mencabik, saling menghancurkan, tetapi tak satu pun yang mau melepaskan. Ketika batas antara cinta dan obsesi semakin kabur, mereka harus menghadapi kenyataan: Apakah ini cinta, atau hanya permainan bertahan hidup yang brutal? - "Cila... There's no way out for us. Even if you want to run, you can't." - Raja Alden Rylan "My eyes are all around you, Alden. Jangan coba macem-macem. You're mine forever." - Asyilla Qeenar

More details
WpActionLinkContent Guidelines