GIVE ME A SKY

GIVE ME A SKY

  • WpView
    Reads 2,704
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
[Follow sebelum baca] "Langit selalu memberi jawaban bagaimana rasa sakit, dan semua penderitaan yang kurasakan di dunia ini." Nara ingin seperti remaja lainnya. Melakukan hal sederhana, namun bisa membuat dirinya bahagia. Setiap hari ia ingin melakukan sesuatu dengan bebas, tanpa ada yang melarang dirinya. Atau bisa saja, Nara ingin menjadi seperti langit. Bisa bebas melihat bagaimana kehidupan manusia dari atas. Nara tidak perlu tidur untuk membuka matanya pada keesokan harinya, karena ... ia takut. Ia hanya takut, esok hari ia tidak bisa membuka matanya kembali. Tidak bisa melihat orang-orang di sekelilingnya, dan ia akan berada di sebuah tempat yang sangat jauh. - - - "Hidup adalah sebuah perjalanan yang pahit. Jika kau mampu melewatinya, itu artinya kau menang." Start: 1 Agustus 2020 Finish: - Cover by: @dy.graphic Jangan lupa vote, komen, and share cerita ini ke temen-temen kalian ya! Vote dan komen dari kalian sangat berarti buat aku. Jadi, jangan males pencet bintangnya. Oke?! Terimakasih 👀❤
All Rights Reserved
#206
prolog
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines