Kataku Untukmu

Kataku Untukmu

  • WpView
    مقروء 154
  • WpVote
    صوت 31
  • WpPart
    فصول 10
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: سبت, ينا ٢٢, ٢٠٢٢
ANTOLOGI PUISI Hai! Buku ini berisi kumpulan puisi yang sumbernya dari hati penulis. Puisi untuknya, yang mungkin hanya dituliskan tanpa tersampaikan. Berharap kalian menikmati setiap kata dariku, seperti aku yang selalu menikmati tiap detiknya saat menulis puisi-puisi dalam buku ini. Selamat membaca kata dariku, Kataku Untukmu.
جميع الحقوق محفوظة
#105
antologipuisi
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Mahligai Sunyi
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Lembut Seperti Doa
  • Goresan Pena
  • Sepatah Kata
  • Shadow That Fades
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi
  • Rindu yang berjarak
  • Aku, Kamu, dan Takdir Tuhan
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى